Mengapa Trump Sudah Kehilangan Daya Tariknya dalam Perang Narasi?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:50 WIB
loading...
Mengapa Trump Sudah...
Donald Trump sudah kehilangan daya tariknya dalam perang narasi. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump kini berada di persimpangan jalan dalam Operasi Epic Fury tanpa tanda yang jelas tentang jalan mana yang akan dia ambil.

“Trump telah menciptakan kotak untuk dirinya sendiri yang disebut perang Iran, dan dia tidak tahu bagaimana cara keluar darinya,” kata Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah untuk pemerintahan Republik dan Demokrat, dilansir Al Jazeera. “Itulah sumber frustrasi terbesarnya.”

Para analis mengatakan kesalahan penilaian terbesar pemerintahan Trump adalah tentang bagaimana Iran akan menanggapi perang yang dianggapnya sebagai perang eksistensial.

“Mereka gagal memikirkan kemungkinan-kemungkinan seputar cara-cara di mana konflik dengan Iran dapat berjalan tidak sesuai rencana, di mana konflik tersebut mungkin tidak berjalan sesuai rencana yang telah mereka susun,” kata mantan Duta Besar AS John Bass, yang pernah bertugas di Afghanistan dan Turki.

Brett Bruen, kepala konsultan strategis Global Situation Room di Washington, DC, mengatakan Trump “kesulitan untuk mengendalikan siklus berita seperti yang biasa dia lakukan”.

“Karena dia masih belum bisa menjelaskan mengapa dia membawa negara ini ke dalam perang dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia tampaknya telah kehilangan daya tariknya dalam menyampaikan pesan,” kata Bruen.

Sementara itu, Natanz, situs pengayaan utama Iran, kembali diserang. Serangan terjadi pada minggu pertama perang dan beberapa bangunan tampak rusak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved