Perayaan Idulfitri Dibayangi Perang dan Pengungsian di Timur Tengah

Jum'at, 20 Maret 2026 - 21:32 WIB
loading...
A A A
Sentimennya juga diungkapkan oleh Shireen Shreim, seorang ibu dari tiga anak.

“Kegembiraan kami di Idulfitri tidak lengkap,” katanya sambil berjalan-jalan di pasar. “Kami telah keluar dari dua tahun perang dengan kesulitan yang luar biasa, hanya untuk menghadapi kehidupan di mana bahkan kebutuhan paling mendasar pun tidak tersedia.”

Dan dengan Israel yang menunjukkan sedikit tanda bahwa mereka bersedia menghentikan serangan kekerasan terhadap warga Palestina, serta negara-negara lain di kawasan itu, Shireen tidak tahu kapan Gaza akan dibangun kembali.

“Saya tinggal di apartemen dengan dinding yang benar-benar kosong,” jelasnya. “Suami saya dan saya memasang terpal dan kayu, dan kami melanjutkan hidup kami. Kami jauh lebih beruntung daripada yang lain.”

“Setiap kali saya pulang, saya merasa sedih,” tambahnya. “Seperti yang Anda lihat, orang-orang tinggal di tenda nilon dan kain di jalanan, tanpa tempat berlindung yang layak. Bagaimana orang-orang ini akan merayakan Idulfitri?”

Kembali di Beirut, Karim Safieddine, peneliti dan penyelenggara politik, bersikap tabah. Dia mengatakan akan merayakan Idulfitri bersama keluarga besarnya, meskipun dalam keadaan sulit.

“Meskipun kami telah mengungsi akibat perang, kami percaya bahwa memperkuat ikatan keluarga dan menciptakan rasa solidaritas komunal adalah syarat utama untuk bertahan hidup dalam perang ini,” kata Karim.

“Tanpa solidaritas, kita tidak akan mampu membangun masyarakat, satu negara,” katanya. “Saya pikir itulah titik awal bagi banyak orang yang berupaya menciptakan visi ke depan untuk negara yang dilanda bom, tanpa bentuk positivitas yang beracun, tentu saja.”

Baca juga: Iran Klaim Tembak Pesawat Tempur Siluman F-35 AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved