Israel Terus Tutup Masjid Al-Aqsa hingga Idulfitri dan Setelahnya
Rabu, 18 Maret 2026 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Polisi dilaporkan mengatakan kepada Waqf bahwa jika ada karyawan tambahan yang diizinkan masuk, pemukim Israel akan diizinkan untuk melanjutkan serangan harian mereka ke masjid.
Sumber tersebut menambahkan pejabat Waqf menduga pasukan Israel juga telah memasang kamera di dalam ruang salat di Masjid Al-Aqsa, termasuk di dalam Kubah Batu, yang memungkinkan pengawasan terus-menerus terhadap situs tersebut.
Penutupan masjid tersebut disertai dengan penguncian hampir total Kota Tua, tempat Masjid Al-Aqsa dan puluhan pasar yang biasanya ramai dikelola warga Palestina berada.
Hanya penduduk Kota Tua yang diizinkan masuk sejak perang dengan Iran dimulai, sehingga area tersebut menjadi sepi.
Sementara itu, kehidupan sebagian besar berlanjut tanpa gangguan hanya beberapa meter di luar tembok kuno Kota Tua.
Hari Minggu adalah Laylat al-Qadr, malam tersuci dalam kalender Islam. Israel mengerahkan ratusan polisi untuk memblokir rute menuju masjid, memaksa para jemaah untuk salat di jalanan di bawah ancaman kekerasan.
“Penutupan Kota Tua dengan cara ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Dr. Mustafa Abu Sway, seorang profesor yang mengajar di Masjid Al-Aqsa dan anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem.
“Ada ketidakkonsistenan ketika Anda membandingkan apa yang terjadi di dalam Kota Tua dengan apa yang terjadi di luarnya, di mana orang-orang bergerak bebas, berdoa di masjid, dan kehidupan di kota berlanjut seperti biasa.”
Abu Sway menambahkan jika yang menjadi kekhawatiran adalah keselamatan orang-orang, para jemaah dapat berlindung di ruang-ruang salat di Masjid Al-Aqsa, yang dapat menampung ribuan orang.
Sumber tersebut menambahkan pejabat Waqf menduga pasukan Israel juga telah memasang kamera di dalam ruang salat di Masjid Al-Aqsa, termasuk di dalam Kubah Batu, yang memungkinkan pengawasan terus-menerus terhadap situs tersebut.
Penutupan Kota Tua
Penutupan masjid tersebut disertai dengan penguncian hampir total Kota Tua, tempat Masjid Al-Aqsa dan puluhan pasar yang biasanya ramai dikelola warga Palestina berada.
Hanya penduduk Kota Tua yang diizinkan masuk sejak perang dengan Iran dimulai, sehingga area tersebut menjadi sepi.
Sementara itu, kehidupan sebagian besar berlanjut tanpa gangguan hanya beberapa meter di luar tembok kuno Kota Tua.
Hari Minggu adalah Laylat al-Qadr, malam tersuci dalam kalender Islam. Israel mengerahkan ratusan polisi untuk memblokir rute menuju masjid, memaksa para jemaah untuk salat di jalanan di bawah ancaman kekerasan.
“Penutupan Kota Tua dengan cara ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Dr. Mustafa Abu Sway, seorang profesor yang mengajar di Masjid Al-Aqsa dan anggota Dewan Wakaf Islam di Yerusalem.
“Ada ketidakkonsistenan ketika Anda membandingkan apa yang terjadi di dalam Kota Tua dengan apa yang terjadi di luarnya, di mana orang-orang bergerak bebas, berdoa di masjid, dan kehidupan di kota berlanjut seperti biasa.”
Abu Sway menambahkan jika yang menjadi kekhawatiran adalah keselamatan orang-orang, para jemaah dapat berlindung di ruang-ruang salat di Masjid Al-Aqsa, yang dapat menampung ribuan orang.
Lihat Juga :