WFP Peringatkan Konflik Timur Tengah Bisa Dorong 45 Juta Orang dalam Kelaparan Akut pada Juni

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:30 WIB
loading...
WFP Peringatkan Konflik...
Seorang anak membawa roti di dekat mobil WFP. Foto/wfp
A A A
TEHERAN - Sebanyak 45 juta orang tambahan diproyeksikan akan menghadapi kelaparan akut jika perang Amerika Serikat-Israel di Iran berlanjut hingga Juni. Peringatan itu diungkap dalam pernyataan Program Pangan Dunia (WFP) di analisis terbarunya.

“Puluhan juta orang diperkirakan akan terdorong ke dalam kelaparan akut akibat kenaikan biaya pangan, minyak, dan pengiriman,” ungkap wakil direktur eksekutif organisasi tersebut, Carl Skau, kepada wartawan di Jenewa.

“Hal itu akan mendorong jumlah total orang yang mengalami kelaparan akut di dunia melebihi rekor saat ini yaitu 319 juta,” katanya.

Sementara itu, militer Israel mengatakan telah mendeteksi lebih banyak rudal yang ditembakkan dari Iran ke arah Israel.

Mereka mengatakan sistem pertahanan sedang berupaya mencegat rudal tersebut dan orang-orang di daerah yang terkena dampak akan menerima peringatan melalui ponsel.

Pihak berwenang di Qatar baru saja mengirimkan peringatan yang menyatakan, "Ancaman keamanan telah dihilangkan dan situasi telah kembali normal."

Hal ini menyusul peringatan ancaman keamanan "tingkat tinggi" kedua yang dikirimkan beberapa saat yang lalu.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan angkatan bersenjatanya "berhasil mencegat gelombang kedua serangan rudal, yang menargetkan Negara Qatar".

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah melakukan gelombang baru serangan "berorientasi dampak dan tertarget" di seluruh wilayah sejak subuh.

Dalam pernyataan yang dilaporkan media Iran, dikatakan operasi tersebut dilakukan dengan "berbagai hulu ledak dengan bahan bakar padat dan cair" serta drone.

Baca juga: Menhan Israel Klaim Kepala Dewan Keamanan Iran Ali Larijani Tewas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Jika Perang Nuklir Terjadi,...
Jika Perang Nuklir Terjadi, 300 Juta Orang di AS Bisa lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved