Jika Tak Bantu Buka Selat Hormuz, Trump: NATO Hadapi Masa Depan yang Buruk

Senin, 16 Maret 2026 - 17:19 WIB
loading...
Jika Tak Bantu Buka...
Jika tak bantu buka Selat Hormuz, Donald Trump ancam NATO akan hadapi masa depan yang buruk. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu Washington gagal membantu membuka Selat Hormuz, jalur transportasi minyak penting yang secara efektif ditutup oleh Teheran di tengah perang di Iran.

Dalam wawancara singkat dengan The Financial Times, Trump mengatakan bahwa karena Amerika Serikat telah membantu Ukraina dalam perang dengan Rusia, ia mengharapkan Eropa untuk membantu di Selat Hormuz, yang penutupannya telah menyebabkan harga energi melonjak di seluruh dunia.

"Jika tidak ada tanggapan atau jika itu adalah tanggapan negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO," kata Trump, yang selama bertahun-tahun telah mengkritik aliansi tersebut sebagai pihak yang memanfaatkan kemurahan hati AS.

Trump juga mengatakan bahwa pertemuan puncak mendatang di Beijing dengan mitranya dari China, Xi Jinping, dapat ditunda karena ia mendesak bantuan China untuk membuka selat tersebut. Beijing adalah salah satu penerima manfaat terbesar dari jalur perairan strategis ini, karena mereka membeli sekitar 80% ekspor minyak Iran.



"Kami ingin tahu sebelum (KTT)," kata Trump, seraya mencatat bahwa China dan banyak negara Eropa lebih bergantung pada selat tersebut daripada Amerika Serikat untuk minyak yang mengalir dari Teluk.

"Sangat tepat jika pihak-pihak yang menjadi penerima manfaat Selat tersebut membantu memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," kata presiden AS.

Secara terpisah, ia mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya di Air Force One bahwa AS sedang berdiskusi dengan "sekitar tujuh" negara untuk mendapatkan bantuan dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Ketika ditanya tentang bantuan spesifik yang ia cari, Trump mengatakan kepada FT bahwa ia menginginkan kapal penyapu ranjau serta "orang-orang yang akan menyingkirkan beberapa aktor jahat yang berada di sepanjang pantai (Iran)."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
3 Fakta Ukraina Tak...
3 Fakta Ukraina Tak Memiliki Masa Depan dalam Konflik Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved