Di Negara Paling Damai di Dunia Ini, Setiap Warganya Memiliki Bunker
Rabu, 18 Maret 2026 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
3. Bunker bagian dari Kebijakan Keamanan
Undang-undang tersebut memengaruhi tidak hanya kebijakan keamanan tetapi juga arsitektur. Selama beberapa dekade, tempat perlindungan merupakan bagian integral dari desain bangunan Swiss. Setiap struktur hunian baru direncanakan dengan ruang terlindungi di ruang bawah tanah, seringkali di sebelah tempat parkir bawah tanah. Hal ini memengaruhi desain struktural, ketebalan dinding, sistem ventilasi, dan organisasi ruang bawah tanah.Dalam hal ini, perlindungan Swiss tidak diungkapkan melalui bunker mandiri yang tidak biasa, tetapi lebih tertanam dalam arsitektur sehari-hari. Ruang bawah tanah di ribuan bangunan tempat tinggal berfungsi dalam kehidupan sehari-hari sebagai ruang penyimpanan — penyimpanan anggur menjadi salah satu penggunaan yang paling umum — bersama dengan dapur, ruang cuci dengan mesin cuci dan pengering, atau ruang penyimpanan sepeda. Namun di balik pintu lapis baja terdapat infrastruktur darurat nasional: sistem arsitektur yang siap mengubah fungsi jika terjadi bencana.
Akar konsep keamanan Swiss bahkan lebih dalam lagi. Sejak abad ke-19, negara ini mengadopsi kebijakan "netralitas bersenjata": menghindari keterlibatan dalam perang antar negara lain sambil secara bersamaan berinvestasi dalam kesiapan militer dan pertahanan untuk membela diri jika perlu.
Sebagai bagian dari pendekatan ini, benteng dan instalasi pertahanan dibangun selama bertahun-tahun di seluruh Pegunungan Alpen untuk mencegah potensi penyerang. Ini termasuk jembatan yang dirancang untuk dihancurkan dengan menekan sebuah tombol untuk menghalangi invasi dan penghapusan rambu-rambu jalan untuk membingungkan musuh.
Bahkan setelah ancaman nuklir mereda menjelang akhir abad ke-20, Swiss memilih untuk tidak membongkar bunker-bunkernya. Bunker-bunker tersebut dipelihara agar dapat diaktifkan dengan cepat dalam keadaan darurat. Dalam beberapa tahun terakhir, di tengah perang di Ukraina dan meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah dunia, sistem perlindungan Swiss kembali menarik perhatian publik, menyoroti betapa kuatnya keyakinan bahwa bahkan netralitas pun tidak menghilangkan kebutuhan untuk mempersiapkan kemungkinan perang.
Seiring waktu, beberapa bunker dan benteng militer tua di seluruh Swiss kehilangan tujuan aslinya. Struktur yang dulunya dibangun untuk melindungi tentara, peralatan, dan senjata dari pemboman telah diubah menjadi ruang sipil yang tidak biasa.
4. Berubah Jadi Museum
Di seluruh negeri, bekas bunker telah diubah menjadi museum, tempat budaya, galeri seni, dan bahkan hotel. Salah satu proyek yang terkenal adalah Hotel La Claustra, sebuah hotel kecil yang diukir di dalam bekas bunker militer di pegunungan Gotthard. Di tempat yang dulunya merupakan instalasi militer, kini kamar-kamar tamu, restoran, dan area lounge menempati ruangan-ruangan besar yang diukir langsung ke dalam batuan.Hotel ini dibuka pada tahun 2004 dan memiliki sekitar 17 kamar, beberapa bergaya minimalis dan lainnya dirancang sebagai suite luas di dalam ruang bunker asli. Situs ini juga mencakup restoran, pusat konferensi, dan area perhotelan yang memanfaatkan suasana bawah tanah yang dramatis. Salah satu elemen yang paling mencolok adalah area spa, dengan kolam dan pemandian yang dialiri air mata air alami dari wilayah tersebut — memberikan struktur militer yang dulunya kokoh itu karakter yang hampir meditatif.
Lihat Juga :