Video Baru Netanyahu Ledek Klaim Dirinya Tewas Dirudal Iran: Saya Mati untuk Kopi

Senin, 16 Maret 2026 - 05:20 WIB
loading...
Video Baru Netanyahu...
Akun media sosial PM Israel Benjamin Netanyahu merilis video baru Netanyahu sedang menikmati kopi. Video baru ini sebagai ledekan atas klaim PM Israel tersebut tewas diserang rudal Iran. Foto/Screenshot video X@netanyahu
A A A
TEL AVIV - Akun media sosial Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu merilis video baru yang menggambarkan pemimpin rezim Zionis itu sedang menikmati kopi di sebuah kafe. Video itu sebagai ledekan atas klaim bahwa dirinya tewas oleh serangan rudal Iran.

Dalam video itu, sosok yang menyerupai Netanyahu terlihat memesan kopi di sebuah kafe dan berkata, “Saya mati...untuk kopi", menggunakan frasa Ibrani umum yang secara kasar diterjemahkan sebagai mencintai sesuatu sampai mati.

Baca Juga: Teka-teki Klaim PM Israel Tewas Dirudal Iran, Publik Pertanyakan Video Netanyahu Miliki 6 Jari

“Saya mencintai bangsa saya sampai mati,” katanya dalam video yang diunggah di akun X @netanyahu, Minggu (15/3/2026) malam. “Dan bagaimana mereka bertindak.”

Lebih lanjut, dia mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan bahwa dia memiliki 10 jari di kedua tangannya. Aksi tersebut untuk menepis rumor bahwa konferensi persnya yang disiarkan televisi pada hari Kamis adalah video versi artificial intelligence (AI) dari dirinya.

Salah satu klaim yang beredar di media sosial adalah bahwa rekaman dari konferensi pers menunjukkan Netanyahu memiliki enam jari di salah satu tangan.

Dalam video baru tersebut, sosok yang diklaim sebagai Netanyahu mengatakan bahwa warga Israel harus meninggalkan rumah mereka untuk menghirup udara segar, tetapi tetap berada di dekat tempat perlindungan. Dia juga berjanji bahwa pembatasan pemerintah terhadap aktivitas akan dicabut sebisa mungkin.

Kantor PM Israel sebelumnya juga membantah klaim bahwa Netanyahu telah tewas akibat serangan rudal Iran. "Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja," kata kantor PM Israel menjawab pertanyaan yang diajukan Anadolu.

Ketika klaim kematian Netanyahu masih menjadi teka-teki, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melontarkan sumpah yeng menakutkan pada hari Minggu. Garda Revolusi bersumpah akan membunuh Netanyahu jika pemimpin dia masih hidup.

"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.

Klaim tentang kematian Netanyahu akibat seragan rudal Teheran pertama kali muncul dari media Iran, Tasnim News Agency. Klaim itu semakin menyebar liar ketika Netanyahu tak muncul secara fisik di depan publik sejak perang pecah 28 Februari.

Beberapa hari setelah berita klaim itu terbit, muncul video yang dikaitkan dengan sosok Netanyahu pada 12 Maret. Namun video itu terdapat kejanggalan, seperti terlihat memiliki enam jari di salah satu tangannya—menimbulkan kecurigaan bahwa video tersebut dibuat dengan AI.

Dalam video tersebut, sosok yang menyerupai Netanyahu sedang menyampaikan konferensi pers pertamanya sejak perang melawan Israel pecah. Sosok tersebut mengeluarkan ancaman terselubung untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dan membela operasi militer Israel.

"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim—sebuah rezim digulingkan dari dalam," katanya dalam bahasa Ibrani.

Komentator politik konservatif Amerika Serikat (AS), Candace Owens, termasuk di antara mereka yang bertanya, "Di mana Bibi?", merujuk pada Netanyahu dengan nama panggilannya.

"Mengapa kantornya merilis dan menghapus video AI palsu tentang dirinya dan mengapa ada kepanikan massal di Gedung Putih?" tulisnya di X pada hari Sabtu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved