Mengapa Iran Memiliki Dua Angkatan Bersenjata? Ini Sejarah dan Peran Artesh serta Garda Revolusi
Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Melansir Al Jazeera, tentara reguler, atau Artesh, diharapkan untuk menyerap serangan pertama. Formasi lapis baja, mekanis, dan infanterinya berfungsi sebagai garis pertahanan awal, bertugas memperlambat kemajuan musuh dan menstabilkan garis depan.
Unit pertahanan udara, menggunakan penyembunyian, penipuan, dan penyebaran, mencoba untuk mengurangi keunggulan udara musuh sebisa mungkin.
IRGC memiliki sejumlah unit penting seperti:
- Pasukan Darat IRGC
- Angkatan Laut IRGC
- Pasukan udara dan rudal strategis
- Quds Force, unit elit yang menjalankan operasi di luar negeri.
Pasukan ini juga dikenal berperan besar dalam pengembangan program rudal dan drone Iran, serta operasi militer tidak langsung di kawasan Timur Tengah.
Melansir Al Jazeera, IRGC dan Basij kemudian mengambil peran yang lebih dalam pada tahap konflik selanjutnya. Tugas mereka adalah mengubah perang menjadi perang gesekan melalui operasi terdesentralisasi, penyergapan, perlawanan lokal, gangguan jalur pasokan, dan operasi fleksibel di berbagai medan, termasuk pusat kota, pegunungan, dan daerah terpencil.
Unit pertahanan udara, menggunakan penyembunyian, penipuan, dan penyebaran, mencoba untuk mengurangi keunggulan udara musuh sebisa mungkin.
3. IRGC: Penjaga Ideologi Revolusi
Sementara itu IRGC memiliki fungsi yang lebih luas dibanding militer biasa. Selain menjaga keamanan nasional, pasukan ini juga bertugas melindungi ideologi Republik Islam.IRGC memiliki sejumlah unit penting seperti:
- Pasukan Darat IRGC
- Angkatan Laut IRGC
- Pasukan udara dan rudal strategis
- Quds Force, unit elit yang menjalankan operasi di luar negeri.
Pasukan ini juga dikenal berperan besar dalam pengembangan program rudal dan drone Iran, serta operasi militer tidak langsung di kawasan Timur Tengah.
Melansir Al Jazeera, IRGC dan Basij kemudian mengambil peran yang lebih dalam pada tahap konflik selanjutnya. Tugas mereka adalah mengubah perang menjadi perang gesekan melalui operasi terdesentralisasi, penyergapan, perlawanan lokal, gangguan jalur pasokan, dan operasi fleksibel di berbagai medan, termasuk pusat kota, pegunungan, dan daerah terpencil.
Lihat Juga :