Gara-gara Puisi, Editor Bahasa Kazakh Divonis 6,5 Tahun Penjara di Xinjiang
Rabu, 11 Maret 2026 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
•Oñalğan Múlikuly, penerjemah–reporter, ditangkap pada Januari 2023 dan divonis tujuh tahun penjara pada 2024.
•Janibek Jaudatuly, penerjemah, ditangkap pada Januari 2023 dan dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara pada 2024.
Sejumlah kolega menyebut rangkaian penangkapan tersebut sebagai bagian dari meningkatnya pengetatan terhadap penerbitan bahasa Kazakh, kegiatan penerjemahan, serta ekspresi budaya di Xinjiang.
Semeykhanuly sebelumnya diketahui pernah menjadi bagian dari delegasi China yang berkunjung ke Kazakhstan pada 2005 untuk memperingati 160 tahun kelahiran Abai di kota Semey.
Sumber menyebut kegiatan tersebut termasuk salah satu peristiwa yang kemudian diperiksa oleh otoritas China dalam proses penyelidikan terhadap dirinya.
Di kalangan jurnalis dan akademisi Kazakh, Semeykhanuly dikenal sebagai mentor bagi banyak jurnalis muda serta penulis produktif esai-esai budaya.
Penelusuran terhadap basis data pengadilan publik China, buletin pemerintah, dan pemberitahuan hukum tidak menemukan catatan resmi yang mengonfirmasi penangkapan maupun hukuman terhadap Semeykhanuly dan empat intelektual lainnya.
Ketiadaan dokumentasi publik seperti ini disebut sering terjadi dalam kasus-kasus sensitif secara politik di Xinjiang, di mana proses hukum dinilai tidak transparan.
Meski demikian, sejumlah sumber media Kazakh menyatakan telah mengonfirmasi informasi tersebut.
•Janibek Jaudatuly, penerjemah, ditangkap pada Januari 2023 dan dijatuhi hukuman 7,5 tahun penjara pada 2024.
Sejumlah kolega menyebut rangkaian penangkapan tersebut sebagai bagian dari meningkatnya pengetatan terhadap penerbitan bahasa Kazakh, kegiatan penerjemahan, serta ekspresi budaya di Xinjiang.
Hubungan Budaya China dan Kazakhstan
Semeykhanuly sebelumnya diketahui pernah menjadi bagian dari delegasi China yang berkunjung ke Kazakhstan pada 2005 untuk memperingati 160 tahun kelahiran Abai di kota Semey.
Sumber menyebut kegiatan tersebut termasuk salah satu peristiwa yang kemudian diperiksa oleh otoritas China dalam proses penyelidikan terhadap dirinya.
Di kalangan jurnalis dan akademisi Kazakh, Semeykhanuly dikenal sebagai mentor bagi banyak jurnalis muda serta penulis produktif esai-esai budaya.
Penelusuran terhadap basis data pengadilan publik China, buletin pemerintah, dan pemberitahuan hukum tidak menemukan catatan resmi yang mengonfirmasi penangkapan maupun hukuman terhadap Semeykhanuly dan empat intelektual lainnya.
Ketiadaan dokumentasi publik seperti ini disebut sering terjadi dalam kasus-kasus sensitif secara politik di Xinjiang, di mana proses hukum dinilai tidak transparan.
Meski demikian, sejumlah sumber media Kazakh menyatakan telah mengonfirmasi informasi tersebut.
Lihat Juga :