Iran Tembak Jatuh 11 Drone Canggih MQ-9 Reaper, AS Tekor Rp5,5 Triliun

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:56 WIB
loading...
Iran Tembak Jatuh 11...
Drone MQ-9 Reaper Amerika Serikat. Iran telah menembak jatuh 11 drone canggih jenis ini sejak perang pecah 28 Februari. Foto/Senior Airman Haley Stevens/US Air Force
A A A
TEHERAN - Militer Washington telah kehilangan 11 drone MQ-9 Reaper setelah ditembak jatuh pasukan Teheran sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran dimulai sejak 28 Februari lalu. Total harga 11 drone canggih ini lebih dari USD330 juta (lebih dari Rp5,5 triliun).

Para pejabat Washington mengatakan kepada CBS News, Selasa (10/3/2026), bahwa dua drone MQ-9 Reaper baru-baru ini ditembak jatuh pasukan Teheran, sehingga total yang hancur menjadi 11 unit.

Baca Juga: Israel Sebenarnya Menderita Dihujani Rudal Iran, tapi Disensor Zionis

Drone MQ-9 Reaper adalah kendaraan udara tak berawak yang digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian, serta operasi serangan presisi.

Namun, para pejabat pertahanan AS mengatakan pesawat nirawak ini lebih mudah menjadi sasaran di lingkungan dengan sistem pertahanan udara canggih.

Drone ini awalnya dirancang untuk operasi kontra-terorisme di daerah dengan pertahanan udara terbatas, bukan di wilayah udara yang dijaga ketat.

MQ-9 Reaper memiliki kecepatan maksimum sekitar 480 kilometer per jam, jauh lebih lambat daripada jet tempur—yang dapat mencapai kecepatan antara sekitar 1.200 dan 1.900 mil per jam.

Laporan hancurnya 11 drone canggih Amerika ini muncul ketika Presiden Donald Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News mengatakan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai. Amerika, kata dia, sekarang mempertimbangkan untuk mengambil alih Selat Hormuz.

"Saya pikir perang sudah sangat lengkap, hampir," katanya, berbicara dari klub golfnya di Doral, Florida.

"[Iran] tidak memiliki Angkatan Laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," lanjut Trump.

Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran pada minggu pertama operasi.

"Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," kata Trump.

Pada Minggu malam, Iran mengumumkan bahwa Ayatollah Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya; almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.

"Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," kata presiden, menambahkan bahwa dia memiliki orang lain dalam pikirannya untuk memimpin Iran.

Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menolak klaim Trump bahwa perang hampir selesai dengan kehancuran diderita pihak Teheran.

Jenderal tersebut menegaskan bahwa Teheran, bukan Washington, yang akan menentukan kapan perang berakhir. Dia menggambarkan pernyataan Trump sebagai kebohongan dan menuduhnya mencoba mengeklaim prestasi militer palsu.

Berbicara kepada kantor berita Tasnim, Naeini mengatakan kemampuan rudal Iran tetap utuh dan serangan terus berlanjut dengan jumlah proyektil yang lebih besar.

“Kami tahu bahwa amunisi Anda akan segera habis dan Anda mencari jalan keluar yang terhormat dari perang ini," katanya.

"Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika? Trump tidak ingin orang Amerika tahu bahwa semua infrastruktur militer AS di wilayah Teluk Persia telah dihancurkan,” katanya lagi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved