Senator AS Lindsey Graham Ancam Arab Saudi Jika Tak Gabung Perang Keroyok Iran

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:26 WIB
loading...
A A A
Pernyataan Graham secara luas dipandang oleh para analis sebagai tindakan yang memperburuk situasi. Negara-negara Teluk mengeluh bahwa mereka tidak menerima rudal pencegat dari AS, dan para pejabat di kawasan itu marah atas apa yang mereka anggap sebagai pengabaian kekhawatiran keamanan mereka oleh pemerintahan Donald Trump.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk PBB, Jamal al-Musharakh, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa negara Teluk itu tidak akan berpartisipasi dalam operasi ofensif terhadap Iran meskipun menjadi salah satu negara yang paling terdampak dan mitra yang relatif dekat dengan Israel.

"Kami adalah salah satu negara yang terus-menerus menyerukan perlunya negosiasi, perlunya diplomasi, perlunya de-eskalasi," kata al-Musharakh di Jenewa.

“Dan kami telah berulang kali menyatakan bahwa wilayah kami tidak akan digunakan untuk serangan apa pun terhadap Iran. Namun, terus terang, kami menjadi sasaran dengan cara yang sangat tidak beralasan," paparnya.

Kesenjangan yang Semakin Lebar


Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya melobi Presiden AS Donald Trump agar tidak melancarkan perang terhadap Iran karena mereka takut akan serangan yang kini terjadi di kerajaan mereka yang kaya energi.

Namun, diplomasi negara-negara Teluk tidak memberi mereka perlindungan. Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar telah menjadi negara yang paling parah terkena serangan drone dan rudal Iran, tetapi Arab Saudi juga telah diserang.

“Semoga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk akan lebih terlibat karena pertempuran ini terjadi di halaman belakang mereka. Jika Anda tidak bersedia menggunakan militer Anda sekarang, kapan Anda bersedia menggunakannya?” kata Graham.

“Semoga ini segera berubah. Jika tidak, konsekuensinya akan menyusul,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
Pesan Komisi III DPR...
Pesan Komisi III DPR ke Plt Jampidsus Rudi Margono: Tugas Anda Berat
Kejagung: Dugaan Pelanggaran...
Kejagung: Dugaan Pelanggaran Etik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Diproses
FIFA Larang Wasit Inggris...
FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved