Sepekan Perang Melawan Iran, AS Sudah Tekor Rp102 Triliun

Senin, 09 Maret 2026 - 08:58 WIB
loading...
Sepekan Perang Melawan...
AS sudah habiskan biaya lebih dari Rp102 triliun hanya dalam sepekan perang bersama Israel melawan Iran. Foto/Missile Defense Agency
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sudah kehilangan sekitar USD6 miliar (lebih dari Rp102 triliun) dalam pekan pertama perang bersama Israel melawan Iran. Dari jumlah itu, USD4 miliar di antaranya habis untuk membiayai amunisi dan pencegat rudal canggih.

Angka kerugian itu telah dipaparkan pejabat Pentagon kepada Kongres Amerika.

Menurut laporan New York Times, Senin (9/3/2026), Amerika menghabiskan banyak biaya untuk menembak jatuh rudal-rudal Iran.

Baca Juga: Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

Selama diskusi di Kongres, para pejabat pertahanan senior juga mengindikasikan bahwa pendanaan lebih lanjut akan diperlukan untuk mempertahankan operasi militer dan mengisi kembali persediaan amunisi yang menipis.

Menurut laporan surat kabar Amerika tersebut, sekitar 4.000 target Iran telah dihantam, termasuk peluncur rudal, kapal Angkatan Laut, dan pertahanan udara, yang secara signifikan mengikis kemampuan Teheran untuk membalas serangan.

Kepala Komando Pusat (CENTCOM) AS, Laksamana Brad Cooper, mengatakan peluncuran rudal balistik Iran telah turun 90% sejak hari pertama pertempuran, sementara serangan drone turun 83%.

Namun negara Islam tersebut masih memiliki persenjataan yang tangguh, termasuk sekitar 50% dari program rudalnya.

Para anggota Parlemen Amerika bersiap menghadapi permintaan anggaran tambahan dari pemerintah Presiden Donald Trump dalam beberapa minggu mendatang.

Pengeluaran yang cepat ini telah menarik perhatian dari kedua kubu politik.

Para kritikus berpendapat bahwa pencegat rudal yang mahal, beberapa di antaranya bernilai jutaan dolar, dikonsumsi dengan kecepatan yang dapat membebani basis industri pertahanan AS dan menyebabkan kekurangan di teater strategis lainnya.

Perang pecah dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap target militer Iran, tetapi konflik tersebut sejak itu meluas ke seluruh Timur Tengah. Iran telah membalas melalui serangan rudal balistik dan drone yang membutuhkan respons pertahanan yang mahal dari Amerika dan Israel.

Saat perdebatan tentang pendanaan perang semakin intensif di Washington, para pejabat Pentagon menekankan perlunya mempertahankan momentum melawan kemampuan Iran sambil menyeimbangkan prioritas pertahanan nasional jangka panjang.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan pejabat militer senior.

Iran membalas dengan serangan gencar yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh wilayah Timur Tengah, serta beberapa kota di Israel. Serangan terus meningkat.

Konflik ini juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi global di tengah penurunan tajam lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur utama yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved