Rusia Turun Tangan Bantu Iran Melawan AS-Israel, Pakar Sebut Perang Dunia III Telah Dimulai
Minggu, 08 Maret 2026 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada hari Senin bahwa AS mengetahui akan ada tindakan Israel, yang berarti Amerika harus bertindak "pre-emptive" dalam menghadapi serangan Iran yang diperkirakan akan terjadi terhadap pasukan Amerika.
Profesor Glees mengatakan serangan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran telah dilabeli sebagai perang pilihan.
"Kedua perang dunia adalah perang pilihan," katanya, merujuk pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. "Begitu pula serangan terhadap Iran Sabtu lalu," katanya lagi.
Perang pilihan didefinisikan sebagai konflik yang dimulai oleh suatu negara yang belum diserang atau berada dalam ancaman langsung dari negara lain, tetapi malah mengambil tindakan pencegahan.
"Tidak ada bukti sama sekali bahwa Iran berencana untuk menyerang AS—mereka tidak dapat mencapai wilayah AS meskipun pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal mereka seperti yang kita lihat sekarang—tidak ada bukti bahwa mereka berencana untuk menyerang Israel, sebuah kekuatan nuklir yang sangat senang untuk melawan habis-habisan," terang Profesor Glees.
"Baik Trump maupun Netanyahu tidak menginginkan perang dunia—begitu pula Iran—tetapi perang dunia adalah apa yang bisa mereka dapatkan. Mengapa? Karena pikiran yang melepaskan perang pilihan terhadap satu musuh dapat melepaskan perang pilihan terhadap musuh mana pun," katanya.
"Jika Anda memilih untuk memulai perang, seperti yang telah dilakukan Trump dan Netanyahu, Anda tidak hanya akan mempertaruhkan konflik yang jauh lebih luas—yang menurut saya sekarang sedang terjadi di depan mata kita—tetapi Anda juga akan mendorong orang lain yang memiliki pola pikir yang sama dengan Anda," paparnya.
"Terlebih lagi, mereka yang diserang akan melawan balik kecuali mereka dibom nuklir—inti dari senjata nuklir adalah bahwa senjata tersebut benar-benar merusak, termasuk merusak diri sendiri mengingat jumlah senjata nuklir yang dimiliki negara-negara nuklir saat ini, jadi tidak ada yang akan memulai perang nuklir," sambung dia.
Profesor Glees mengatakan serangan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran telah dilabeli sebagai perang pilihan.
"Kedua perang dunia adalah perang pilihan," katanya, merujuk pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. "Begitu pula serangan terhadap Iran Sabtu lalu," katanya lagi.
Perang pilihan didefinisikan sebagai konflik yang dimulai oleh suatu negara yang belum diserang atau berada dalam ancaman langsung dari negara lain, tetapi malah mengambil tindakan pencegahan.
"Tidak ada bukti sama sekali bahwa Iran berencana untuk menyerang AS—mereka tidak dapat mencapai wilayah AS meskipun pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal mereka seperti yang kita lihat sekarang—tidak ada bukti bahwa mereka berencana untuk menyerang Israel, sebuah kekuatan nuklir yang sangat senang untuk melawan habis-habisan," terang Profesor Glees.
"Baik Trump maupun Netanyahu tidak menginginkan perang dunia—begitu pula Iran—tetapi perang dunia adalah apa yang bisa mereka dapatkan. Mengapa? Karena pikiran yang melepaskan perang pilihan terhadap satu musuh dapat melepaskan perang pilihan terhadap musuh mana pun," katanya.
"Jika Anda memilih untuk memulai perang, seperti yang telah dilakukan Trump dan Netanyahu, Anda tidak hanya akan mempertaruhkan konflik yang jauh lebih luas—yang menurut saya sekarang sedang terjadi di depan mata kita—tetapi Anda juga akan mendorong orang lain yang memiliki pola pikir yang sama dengan Anda," paparnya.
"Terlebih lagi, mereka yang diserang akan melawan balik kecuali mereka dibom nuklir—inti dari senjata nuklir adalah bahwa senjata tersebut benar-benar merusak, termasuk merusak diri sendiri mengingat jumlah senjata nuklir yang dimiliki negara-negara nuklir saat ini, jadi tidak ada yang akan memulai perang nuklir," sambung dia.
Lihat Juga :