Waktunya Pembalasan, Rusia Diam-diam Terlibat dalam Perang Iran Lawan AS-Israel

Sabtu, 07 Maret 2026 - 12:30 WIB
loading...
A A A
Dara Massicot, seorang spesialis militer Rusia di Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan serangan Iran tampaknya menargetkan sistem militer yang penting.

"Iran melakukan serangan yang sangat tepat pada radar peringatan dini atau radar di luar cakrawala," ungkap Massicot.

“Mereka melakukan ini dengan cara yang sangat terarah. Mereka mengincar komando dan kendali.”

Salah satu insiden paling mematikan sejauh ini terjadi pada hari Minggu, ketika serangan drone Iran menghantam fasilitas AS di Kuwait, menewaskan enam tentara Amerika dan melukai beberapa lainnya.

Menurut pejabat AS yang dikutip Washington Post, Iran telah meluncurkan ribuan drone serang satu arah dan ratusan rudal terhadap instalasi militer AS, kedutaan besar, dan target lainnya.

Sementara itu, kampanye gabungan AS-Israel telah menyerang lebih dari 2.000 target Iran, termasuk fasilitas rudal, aset angkatan laut, dan situs kepemimpinan senior.

Terlepas dari serangan-serangan ini, para ahli mengatakan operasi pembalasan Iran telah menunjukkan tingkat koordinasi yang tinggi.

Nicole Grajewski dari Belfer Center Universitas Harvard mencatat serangan Iran tampaknya telah meningkat secara signifikan baik dalam akurasi maupun efektivitas.

“Mereka berhasil menembus pertahanan udara,” katanya.

Ia menambahkan operasi Iran menunjukkan tingkat “kecanggihan” baik dalam pilihan target maupun koordinasi serangan.

Kemitraan Militer Rusia-Iran


Para ahli mengatakan kemampuan intelijen Rusia yang canggih dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Iran untuk menyerang pasukan AS.

Tidak seperti Amerika Serikat, Iran hanya memiliki sejumlah kecil satelit militer dan tidak memiliki konstelasi satelit lengkap yang mampu melacak pergerakan militer global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved