Komandan Top AS Akui Jiplak Drone Iran, Pentagon Janjikan Serangan Dramatis
Jum'at, 06 Maret 2026 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, kita menghabiskan banyak waktu untuk menembak jatuh drone seharga USD100.000 dengan rudal seharga USD10.000," lanjut dia.
AS juga mengerahkan unit drone kamikaze baru untuk pertama kalinya selama operasi Iran. Drone tersebut dikembangkan setelah bertahun-tahun AS menangkap dan merekayasa balik model-model drone Iran.
“Kami menangkapnya, membongkar isinya, mengirimnya kembali ke Amerika, menambahkan sedikit sentuhan 'Made in America', membawanya kembali ke sini [Timur Tengah], dan kami menembakkannya ke target yang tepat,” papar Cooper.
AS meluncurkan Operasi Epic Fury sejak Sabtu pekan lalu dengan salah satu tujuannya untuk melumpuhkan kemampuan rudal balistik dan Angkatan Laut Iran.
“Kami berupaya untuk menghancurkan basis industri rudal balistik Iran,” kata Cooper kepada wartawan selama pengarahan di markas CENTCOM di Tampa, Florida. “Saat kami beralih ke fase berikutnya dari operasi ini, kami akan secara sistematis melumpuhkan kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan.”
Cooper mengatakan pasukan pengebom AS telah menyerang hampir 200 target jauh di dalam Iran selama 72 jam terakhir, termasuk lokasi di sekitar Teheran.
Dia juga mengungkapkan bahwa hanya satu jam sebelum pengarahan, pesawat pengebom siluman B-2 menjatuhkan puluhan bom penetrasi seberat 2.000 pon ke peluncur rudal balistik yang terkubur dalam.
Cooper mengatakan pasukan AS juga telah menargetkan komando antariksa Iran.
Menurut Cooper, serangan Iran telah menurun secara signifikan sejak awal perang. Serangan rudal balistik telah turun 90 persen sejak hari pertama pertempuran, sementara serangan drone turun 83 persen.
AS juga mengerahkan unit drone kamikaze baru untuk pertama kalinya selama operasi Iran. Drone tersebut dikembangkan setelah bertahun-tahun AS menangkap dan merekayasa balik model-model drone Iran.
“Kami menangkapnya, membongkar isinya, mengirimnya kembali ke Amerika, menambahkan sedikit sentuhan 'Made in America', membawanya kembali ke sini [Timur Tengah], dan kami menembakkannya ke target yang tepat,” papar Cooper.
AS meluncurkan Operasi Epic Fury sejak Sabtu pekan lalu dengan salah satu tujuannya untuk melumpuhkan kemampuan rudal balistik dan Angkatan Laut Iran.
“Kami berupaya untuk menghancurkan basis industri rudal balistik Iran,” kata Cooper kepada wartawan selama pengarahan di markas CENTCOM di Tampa, Florida. “Saat kami beralih ke fase berikutnya dari operasi ini, kami akan secara sistematis melumpuhkan kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan.”
Cooper mengatakan pasukan pengebom AS telah menyerang hampir 200 target jauh di dalam Iran selama 72 jam terakhir, termasuk lokasi di sekitar Teheran.
Dia juga mengungkapkan bahwa hanya satu jam sebelum pengarahan, pesawat pengebom siluman B-2 menjatuhkan puluhan bom penetrasi seberat 2.000 pon ke peluncur rudal balistik yang terkubur dalam.
Cooper mengatakan pasukan AS juga telah menargetkan komando antariksa Iran.
Menurut Cooper, serangan Iran telah menurun secara signifikan sejak awal perang. Serangan rudal balistik telah turun 90 persen sejak hari pertama pertempuran, sementara serangan drone turun 83 persen.
Lihat Juga :