Komandan Top AS Akui Jiplak Drone Iran, Pentagon Janjikan Serangan Dramatis
Jum'at, 06 Maret 2026 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Militer AS juga telah menyerang 30 kapal Angkatan Laut Iran.
“Dan hanya dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar,” kata Cooper.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap rezim Iran.
Berdiri di samping Cooper, Hegseth mengatakan tingkat daya tembak AS yang diarahkan ke Iran, termasuk di atas Teheran, “akan meningkat secara dramatis.”
Dia menunjuk pada negara-negara mitra tambahan, termasuk Inggris, yang sekarang mengizinkan pasukan AS untuk menggunakan pangkalan mereka di luar negeri untuk mendukung kampanye tersebut.
Hegseth menambahkan bahwa Iran tampaknya bertaruh bahwa Amerika Serikat tidak akan mampu mempertahankan laju operasi, yang menurutnya merupakan "kesalahan perhitungan yang sangat buruk bagi IRGC [Korps Garda Revolusi Islam] di Iran."
Menteri Pertahanan itu menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi ofensif dan defensif yang cukup dan dapat mempertahankan kampanye tersebut tanpa batas waktu.
Seiring dengan menurunnya kemampuan Iran, katanya, tekanan militer AS hanya akan semakin intensif. “Kita baru saja memulai pertempuran,” kata Hegseth.
“Jika Anda mengira telah melihat sesuatu, tunggu saja. Jumlah kekuatan tempur yang masih mengalir, yang masih datang, yang akan dapat kita proyeksikan ke Iran, berkali-kali lipat dari apa yang ada saat ini," imbuh dia.
“Dan hanya dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar,” kata Cooper.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap rezim Iran.
Berdiri di samping Cooper, Hegseth mengatakan tingkat daya tembak AS yang diarahkan ke Iran, termasuk di atas Teheran, “akan meningkat secara dramatis.”
Dia menunjuk pada negara-negara mitra tambahan, termasuk Inggris, yang sekarang mengizinkan pasukan AS untuk menggunakan pangkalan mereka di luar negeri untuk mendukung kampanye tersebut.
Hegseth menambahkan bahwa Iran tampaknya bertaruh bahwa Amerika Serikat tidak akan mampu mempertahankan laju operasi, yang menurutnya merupakan "kesalahan perhitungan yang sangat buruk bagi IRGC [Korps Garda Revolusi Islam] di Iran."
Menteri Pertahanan itu menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi ofensif dan defensif yang cukup dan dapat mempertahankan kampanye tersebut tanpa batas waktu.
Seiring dengan menurunnya kemampuan Iran, katanya, tekanan militer AS hanya akan semakin intensif. “Kita baru saja memulai pertempuran,” kata Hegseth.
“Jika Anda mengira telah melihat sesuatu, tunggu saja. Jumlah kekuatan tempur yang masih mengalir, yang masih datang, yang akan dapat kita proyeksikan ke Iran, berkali-kali lipat dari apa yang ada saat ini," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :