Perang Kian Membara, Hizbullah Tembakkan Roket ke Arah Tel Aviv dan Haifa Israel
Kamis, 05 Maret 2026 - 19:30 WIB
loading...
Gedung hancur dihantam roket yang ditembakkan dari Lebanon di Kfar Yuval di Israel utara, pada 3 Maret 2026. Foto/Samir Abdalhade/Anadolu Agency
A
A
A
TEL AVIV - Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel makin membara dengan keterlibatan pejuang Hizbullah di Lebanon. Hizbullah menembakkan roket ke arah Tel Aviv dan Haifa pada Selasa malam, memicu sirene serangan udara di kedua kota dan daerah sekitarnya saat pertempuran lintas perbatasan antara Israel dan Lebanon meningkat.
Militer Israel mengatakan telah mendeteksi tiga peluncuran roket dari wilayah Lebanon. Menurut militer, dua roket dicegat oleh pertahanan udara, sementara yang ketiga mendarat di area terbuka tanpa menyebabkan korban jiwa yang dilaporkan.
Peluncuran tersebut menandai pertama kalinya roket ditembakkan ke arah Tel Aviv dari Lebanon sejak perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2024.
Hizbullah kemudian mengumumkan serangkaian operasi yang menargetkan pasukan Israel dan kendaraan lapis baja di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan.
Kelompok itu juga mengatakan telah meluncurkan drone ke arah posisi militer Israel. Sirene dilaporkan di seluruh wilayah Galilea Barat dan Atas serta Haifa dan daerah sekitarnya.
Sebagai tanggapan, pesawat Israel melakukan serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan beberapa lokasi di seluruh Lebanon selatan, sementara pasukan darat Israel dilaporkan maju ke beberapa bagian wilayah Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan pada Selasa malam bahwa 40 orang tewas dan 246 luka-luka selama dua hari terakhir serangan Israel di negara itu, di tengah eskalasi regional yang lebih luas menyusul perang yang melibatkan Iran.
Para pemimpin politik Israel telah menginstruksikan militer memperluas operasi di sepanjang front utara, dengan tujuan mencegah serangan roket ke komunitas perbatasan.
Tentara Israel mengatakan Divisi ke-91 mereka saat ini beroperasi di Lebanon selatan dan telah menguasai beberapa posisi strategis sebagai bagian dari rencana memperkuat apa yang mereka sebut sebagai garis pertahanan depan.
Baca juga: Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS
Militer Israel mengatakan telah mendeteksi tiga peluncuran roket dari wilayah Lebanon. Menurut militer, dua roket dicegat oleh pertahanan udara, sementara yang ketiga mendarat di area terbuka tanpa menyebabkan korban jiwa yang dilaporkan.
Peluncuran tersebut menandai pertama kalinya roket ditembakkan ke arah Tel Aviv dari Lebanon sejak perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2024.
Hizbullah kemudian mengumumkan serangkaian operasi yang menargetkan pasukan Israel dan kendaraan lapis baja di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan.
Kelompok itu juga mengatakan telah meluncurkan drone ke arah posisi militer Israel. Sirene dilaporkan di seluruh wilayah Galilea Barat dan Atas serta Haifa dan daerah sekitarnya.
Sebagai tanggapan, pesawat Israel melakukan serangan udara di pinggiran selatan Beirut dan beberapa lokasi di seluruh Lebanon selatan, sementara pasukan darat Israel dilaporkan maju ke beberapa bagian wilayah Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan pada Selasa malam bahwa 40 orang tewas dan 246 luka-luka selama dua hari terakhir serangan Israel di negara itu, di tengah eskalasi regional yang lebih luas menyusul perang yang melibatkan Iran.
Para pemimpin politik Israel telah menginstruksikan militer memperluas operasi di sepanjang front utara, dengan tujuan mencegah serangan roket ke komunitas perbatasan.
Tentara Israel mengatakan Divisi ke-91 mereka saat ini beroperasi di Lebanon selatan dan telah menguasai beberapa posisi strategis sebagai bagian dari rencana memperkuat apa yang mereka sebut sebagai garis pertahanan depan.
Baca juga: Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS
(sya)
Lihat Juga :