3 Alasan AS dan Israel Tak Akan Menang dalam Perang Melawan Iran

Rabu, 04 Maret 2026 - 13:30 WIB
loading...
3 Alasan AS dan Israel...
AS dan Israel tak akan menang dalam perang melawan Iran. Foto/X
A A A
TEHERAN - Pensiunan jenderal AS Mark Kimmit mengungkapkan invasi AS dan Israel ke Iran bisa jadi perang tanpa batas waktu. Apalagi, AS dan Israel juga tak mungkin jadi pemenang.

3 Alasan AS dan Israel Tak Akan Menang dalam Perang Melawan Iran

1. AS Ragu Kirim Pasukan Darat

Ia mengatakan, terlepas dari beberapa "pembicaraan yang membingungkan di luar sana," AS telah menjelaskan tujuannya di Iran, yaitu mengakhiri program nuklir negara itu, mengurangi kemampuan rudal balistik dan drone-nya, dan melenyapkan jaringan proksinya.

Namun, ia menepis kekhawatiran, termasuk dari Partai Demokrat, bahwa tujuan-tujuan ini mungkin memerlukan pengerahan pasukan darat.


2. Sulit Memaksa Iran Kembali ke Meja Perundingan

“Presiden Donald Trump telah mengatakan bahwa ia tidak ingin terlibat dalam perang abadi, perang yang memperlambat pergerakan pasukan di negara-negara seperti Irak dan Afghanistan, karena misi beralih dari operasi militer ke pembangunan negara, mendirikan bursa saham dan misi-misi non-kritis lainnya seperti itu,” kata Kimmit.

“Jadi, saya pikir jika AS dapat tetap fokus pada tiga tujuan tersebut dan tidak lebih, maka saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Ini adalah perang tanpa batas waktu karena akan berakhir ketika Iran menyadari bahwa mereka perlu kembali ke meja perundingan.”

Jenderal purnawirawan itu menambahkan bahwa masih ada ruang bagi AS dan Iran untuk menegosiasikan pengakhiran perang, selama Teheran setuju untuk memenuhi tiga tuntutan Washington terlebih dahulu.

3. Hanya Melakukan Pengeboman Strategis

Jenderal purnawirawan AS dan mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS, Mark Kimmitt, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "kampanye pengeboman strategis" jarang menjadi cara untuk mencapai tujuan dalam konflik, dan secara historis, itu bukanlah cara untuk "memenangkan perang".

"'Kejutan dan kekaguman' tidak berhasil di Irak," kata Kimmitt.

"Tetapi saya pikir banyaknya serangan, serta kesediaan untuk melakukan pembunuhan terarah terhadap para pemimpin, ini sebenarnya tidak menyerupai kampanye pengeboman strategis, melainkan lebih menyerupai operasi Israel terhadap Hizbullah setelah 7 Oktober," katanya.

“Jadi, saya pikir yang akan kita lihat adalah pemboman berkelanjutan terhadap instalasi-instalasi penting, fasilitas-fasilitas penting, infrastruktur-infrastruktur penting, fasilitas-fasilitas militer, dan sampai ada organisasi politik yang sedikit lebih patuh… saya pikir ini akan terus berlanjut. Itulah mengapa kita tidak bisa memastikan apakah ini akan berlangsung beberapa hari, minggu, atau bulan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved