China Perluas Target Antikorupsi, Pejabat dengan Anak di Luar Negeri Diawasi Ketat

Rabu, 04 Maret 2026 - 05:27 WIB
loading...
A A A
Pejabat yang anaknya belajar atau menetap di luar negeri kini berada dalam pemantauan lebih ketat. Mereka diwajibkan melaporkan informasi terkait secara cepat. Di sektor-sektor sensitif, sebagian dipindahkan ke posisi lain, sementara yang lain mengalami stagnasi promosi.

Lembaga pengawas disiplin tertinggi China, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin, mencatat 63 pejabat senior ditempatkan dalam penyelidikan sepanjang tahun lalu. Ini merupakan jumlah tertinggi yang pernah ada.

Angka tersebut menegaskan bahwa kampanye antikorupsi masih aktif dan bukan sekadar simbolis. Satu-satunya hal yang berubah adalah fokusnya.

Kampanye ini kini bergerak dari penindakan korupsi setelah terjadi, menjadi upaya menutup celah sebelum dana keluar dari negara. Kalangan internal partai menyebut hubungan keluarga di luar negeri sebagai “mata rantai penting” dalam praktik korupsi, karena dapat memfasilitasi transfer dana atau menjadi tempat berlindung bagi hasil kejahatan.

Dalam perspektif ini, anak pejabat yang lahir atau tinggal di luar negeri bukan lagi semata urusan pribadi, melainkan isu kepatuhan dan keandalan politik.

Sejumlah kasus terbaru menggambarkan konsekuensinya. Seorang pejabat dilaporkan dicopot setelah terungkap bahwa anaknya memiliki kartu izin tinggal tetap (green card) Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved