Begini Cara AS dan Israel Bunuh Khamenei di Iran: Informasi CIA-Mossad Dieksekusi Jet Tempur

Senin, 02 Maret 2026 - 09:58 WIB
loading...
A A A
Ayatollah Khamenei, penerus pendiri Republik Islam Iran Ruhollah Khomeini, telah memerintah sejak 1989 dan membangun warisannya atas dasar penentangan terhadap pengaruh Barat dan perlawanan terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Beberapa jam setelah kematiannya, televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman arsip yang diselimuti spanduk hitam. Media resmi membingkai pembunuhannya sebagai "kemartiran Sang Penjaga", menggambarkannya bukan sebagai kekalahan tetapi sebagai pengorbanan untuk kedaulatan nasional.

Akun resmi berbahasa Persia yang terkait dengan Khamenei memposting ayat Al-Quran di X tak lama setelah tengah malam. Tasnim News Agency melaporkan bahwa dia dibunuh di tempat kerjanya pada dini hari Minggu.

Media Iran juga melaporkan bahwa putrinya, menantu laki-lakinya, dan cucunya tewas dalam serangan itu.

Pembunuhan itu segera meningkatkan ketegangan di seluruh Timur Tengah, memicu gelombang pembalasan dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social miliknya: “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati.”

Iran sendiri sudah bergulat dengan gejolak yang kembali terjadi. Bulan lalu, protes atas inflasi yang melonjak mengguncang beberapa kota, dengan pihak berwenang dilaporkan merespons dengan kekerasan.

Sekarang, dengan pemimpin tertinggi telah tiada dan komandan senior terbunuh, Republik Islam menghadapi momen ketidakpastian paling mendalam sejak tahun 1989.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved