Mojtaba, Putra Khamenei, Diajukan sebagai Calon Pemimpin Tertinggi Iran

Minggu, 01 Maret 2026 - 15:03 WIB
loading...
A A A
Namun, menurut laporan New York Times (NYT), Khamenei mengidentifikasi tiga calon penerus potensial tahun lalu — tiga ulama senior. Laporan NYT mengatakan putranya, Mojtaba, tidak termasuk dalam daftar kandidat, meskipun telah lama dianggap sebagai kandidat terdepan.

Baca Juga: Khamenei Tewas Dibom Israel, Dewan Kepemimpinan Iran Mulai Bekerja

3. Terjegal Persyaratan Konstitusional

Mojtaba memiliki serangkaian rintangan yang perlu ia atasi untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya, menurut Middle East Institute; yang terpenting adalah persyaratan konstitusional.

Konstitusi Republik Islam, Majelis Pakar yang terdiri dari 88 anggota, akan menunjuk pengganti Khamenei — seseorang dengan ‘pengalaman politik’ sesuai hukum.

Mojtaba, kata lembaga tersebut, gagal dalam hal ini karena, meskipun menjalankan Kantor Pemimpin Tertinggi, secara de facto, ia tidak memiliki peran politik formal dalam rezim tersebut.

Mojtaba, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya, bertentangan dengan konvensi Islam Syiah, yang menyatakan bahwa garis keturunan untuk jabatan tersebut secara eksklusif diperuntukkan bagi 12 Imam Syiah yang ditunjuk secara ilahi.

4. Ada Tradisi Menentang Suksesi Berbasis Keluarga

Pada tahun 1989, Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi mengalahkan putra Khomeini yang berpengaruh, Ahmad, karena konvensi yang sama. Pada tahun 2023, Khamenei mengatakan dalam sebuah pidato, "kediktatoran dan pemerintahan turun-temurun bukanlah Islami," menurut lembaga think tank yang berbasis di AS, Stimson Centre.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved