5 Alasan AS Serang Iran dengan Operasi Kemarahan Epik, Salah Satunya Ganti Rezim
Minggu, 01 Maret 2026 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Sabtu, dia merujuk pada Iran yang membunuh “puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka berdemonstrasi.”
Kelompok HRANA yang berbasis di AS, yang memantau situasi hak asasi manusia di Iran, mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa mereka telah mencatat 7.007 kematian yang terverifikasi dan 11.744 sedang dalam peninjauan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran telah menerbitkan “daftar lengkap” dari semua 3.117 orang yang tewas dalam kerusuhan tersebut. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa pihak berwenang telah memverifikasi setidaknya 5.000 kematian, termasuk sekitar 500 personel keamanan.
“Saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat,” katanya. “Setelah kita selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk generasi mendatang.”
Trump, yang memantau operasi tersebut dari resor tepi laut Mar-a-Lago di Florida, mem-posting pada Sabtu sore bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan kompleks kediaman Khamenei telah hancur dan seorang pejabat senior Israel sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.
Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.
Sambil menyerukan agar rakyat Iran menggulingkan pemerintah, Trump memperingatkan: “Pengeboman besar-besaran dan tepat sasaran... akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, MEMANG, DI SELURUH DUNIA!”
Kelompok HRANA yang berbasis di AS, yang memantau situasi hak asasi manusia di Iran, mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa mereka telah mencatat 7.007 kematian yang terverifikasi dan 11.744 sedang dalam peninjauan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran telah menerbitkan “daftar lengkap” dari semua 3.117 orang yang tewas dalam kerusuhan tersebut. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa pihak berwenang telah memverifikasi setidaknya 5.000 kematian, termasuk sekitar 500 personel keamanan.
5. Perubahan Rezim
Pada hari Sabtu, Trump menyerukan kepada “rakyat Iran yang hebat dan bangga” untuk bangkit dan mengambil alih kekuasaan dari penguasa mereka.“Saya katakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda sudah dekat,” katanya. “Setelah kita selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk generasi mendatang.”
Trump, yang memantau operasi tersebut dari resor tepi laut Mar-a-Lago di Florida, mem-posting pada Sabtu sore bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan kompleks kediaman Khamenei telah hancur dan seorang pejabat senior Israel sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.
Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan tersebut.
Sambil menyerukan agar rakyat Iran menggulingkan pemerintah, Trump memperingatkan: “Pengeboman besar-besaran dan tepat sasaran... akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, MEMANG, DI SELURUH DUNIA!”
(mas)
Lihat Juga :