IRGC: 200 Personel Militer AS Tewas dan Terluka dalam Serangan Balasan Iran
Minggu, 01 Maret 2026 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
“Pada awal perang, kami akan menyerang semua yang kami miliki dalam persediaan kami,” kata Jabbari, seraya berjanji akan meluncurkan rudal-rudal paling ampuh nanti.
“Apa yang belum kami tunjukkan sampai sekarang, dan apa yang, seperti yang kami orang Iran katakan, kami ‘simpan dalam air garam', akan kami ungkapkan dalam beberapa hari mendatang,” imbuh dia.
Serangan balasan Iran menargetkan beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk pusat dukungan Armada Kelima di Bahrain, pangkalan di Kurdistan Irak, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania, dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
Laporan media Israel juga mengatakan bahwa sekitar 35 rudal diluncurkan ke arah Israel, dengan satu orang dilaporkan terluka.
Serangan terbaru ini merupakan kampanye militer besar kedua Israel terhadap Iran dalam waktu kurang dari setahun. Pada Juni 2025, selama konflik 12 hari, militer Israel (IDF) bekerja sama dengan pasukan militer AS melakukan pengeboman mendadak terhadap fasilitas militer dan nuklir Republik Islam Iran, menewaskan komandan militer senior, pejabat pemerintah, dan ilmuwan nuklir.
“Apa yang belum kami tunjukkan sampai sekarang, dan apa yang, seperti yang kami orang Iran katakan, kami ‘simpan dalam air garam', akan kami ungkapkan dalam beberapa hari mendatang,” imbuh dia.
Serangan balasan Iran menargetkan beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk pusat dukungan Armada Kelima di Bahrain, pangkalan di Kurdistan Irak, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania, dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.
Laporan media Israel juga mengatakan bahwa sekitar 35 rudal diluncurkan ke arah Israel, dengan satu orang dilaporkan terluka.
Serangan terbaru ini merupakan kampanye militer besar kedua Israel terhadap Iran dalam waktu kurang dari setahun. Pada Juni 2025, selama konflik 12 hari, militer Israel (IDF) bekerja sama dengan pasukan militer AS melakukan pengeboman mendadak terhadap fasilitas militer dan nuklir Republik Islam Iran, menewaskan komandan militer senior, pejabat pemerintah, dan ilmuwan nuklir.
(mas)
Lihat Juga :