Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:38 WIB
loading...
A A A
Kekerasan terbaru meletus setelah serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan akhir pekan lalu memicu serangan balasan Afghanistan di sepanjang perbatasan pada hari Kamis, meningkatkan ketegangan yang telah lama memanas terkait klaim Pakistan bahwa Afghanistan melindungi pejuang Taliban Pakistan. Afghanistan membantah hal ini.

Mujahid mengatakan serangan Pakistan menghantam sebagian Kabul, Kandahar, dan Paktia pada Kamis malam, dan di Paktia, Paktika, Khost, dan Laghman pada hari Jumat.

Hal itu menyusul serangan pesawat tak berawak Afghanistan yang dimulai pada Kamis malam terhadap posisi dan instalasi militer Pakistan di barat laut Pakistan di sepanjang perbatasan bersama mereka.

Operasi udara dan darat Pakistan telah menewaskan 274 anggota pasukan Afghanistan dan pejuang yang berafiliasi, dan melukai lebih dari 400 lainnya, sementara 12 tentara Pakistan tewas dan 27 lainnya terluka. Satu tentara Pakistan dinyatakan hilang dalam pertempuran.

Mujahid menolak klaim tentang tingginya jumlah korban Afghanistan sebagai "palsu". Ia mengatakan 55 tentara Pakistan tewas, dengan jenazah 23 di antaranya dibawa ke Afghanistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved