Tak Peduli Ramadan, 2 Negara Islam Ini Kembali Saling Serang
Jum'at, 27 Februari 2026 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pejabat Afghanistan melaporkan beberapa warga sipil terluka di dekat perbatasan Torkham, di sebuah kamp untuk orang-orang yang kembali dari Pakistan.
“Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita kritis,” kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.
Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.
Mujahid, juru bicara pemerintah Taliban, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa tentara Pakistan telah “ditangkap hidup-hidup”, sebuah klaim yang dibantah oleh kantor perdana menteri Pakistan di Islamabad.
Operasi militer ini menyusul serangan Pakistan di provinsi Nangarhar dan Paktika semalam hingga Minggu, yang menurut misi PBB di Afghanistan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.
Pemerintah Taliban mengatakan sedikitnya 18 orang tewas dan membantah pengumuman Pakistan bahwa operasi militer tersebut menewaskan lebih dari 80 militan.
Kedua pihak juga melaporkan adanya baku tembak lintas perbatasan pada hari Selasa, tetapi tanpa korban jiwa.
Hubungan antara kedua negara tetangga tersebut memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan sebagian besar penyeberangan perbatasan darat ditutup sejak pertempuran mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
“Sebuah peluru mortir telah menghantam kamp dan sayangnya tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita kritis,” kata Qureshi Badlun, kepala informasi di provinsi Nangarhar.
Perbatasan sebagian besar telah ditutup sejak pertempuran pada bulan Oktober, meskipun warga Afghanistan yang kembali diizinkan untuk menyeberang.
Kekerasan di Perbatasan selama Berbulan-bulan
Mujahid, juru bicara pemerintah Taliban, mengatakan kepada AFP bahwa beberapa tentara Pakistan telah “ditangkap hidup-hidup”, sebuah klaim yang dibantah oleh kantor perdana menteri Pakistan di Islamabad.
Operasi militer ini menyusul serangan Pakistan di provinsi Nangarhar dan Paktika semalam hingga Minggu, yang menurut misi PBB di Afghanistan menewaskan sedikitnya 13 warga sipil.
Pemerintah Taliban mengatakan sedikitnya 18 orang tewas dan membantah pengumuman Pakistan bahwa operasi militer tersebut menewaskan lebih dari 80 militan.
Kedua pihak juga melaporkan adanya baku tembak lintas perbatasan pada hari Selasa, tetapi tanpa korban jiwa.
Hubungan antara kedua negara tetangga tersebut memburuk dalam beberapa bulan terakhir, dengan sebagian besar penyeberangan perbatasan darat ditutup sejak pertempuran mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
Lihat Juga :