Rudal CM-320 China untuk Iran Mampu Hancurkan Kapal Induk, AS Bisa Dipermalukan
Kamis, 26 Februari 2026 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dirancang untuk menghancurkan rudal balistik ketinggian tinggi, meskipun baterai Patriot—citra satelit menunjukkan lebih banyak yang baru-baru ini dikerahkan—mampu menembakkan varian yang menargetkan rudal jelajah ketinggian rendah.
CM-302, yang merupakan varian ekspor dari keluarga rudal jelajah anti-kapal supersonik YJ-12, dapat mendekati targetnya tepat di atas permukaan laut.
Rudal-rudal ini diyakini memiliki jangkauan sekitar 180 mil.
Reuters melaporkan bahwa, ketika pembicaraan untuk membeli rudal memasuki fase akhir musim panas lalu, Iran mengirim tim pejabat militer dan pemerintah senior ke China. Itu termasuk Massoud Oraei, wakil menteri pertahanan Iran.
Seorang analis keamanan, Danny Citrinowitz, mantan perwira intelijen Israel, mengatakan: “Rudal-rudal ini sangat sulit untuk dicegat. Ini benar-benar mengubah keadaan jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal di kawasan tersebut.”
China, yang menentang intervensi militer Barat di Iran, menjual sejumlah besar senjata ke Republik Islam pada tahun 1980-an tetapi kemudian mengurangi dukungan pada akhir 1990-an di bawah tekanan internasional.
Saat menjamu Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk parade militer di Beijing pada bulan September, Presiden China Xi Jinping mengatakan: “China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan martabat nasional.”
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melakukan latihan pasukan darat di Iran selatan dan pulau-pulau Teluk pada hari Rabu menggunakan apa yang mereka sebut sebagai “taktik gabungan baru” dan “teknologi modern".
Ini adalah demonstrasi militer besar ketiga dalam seminggu saat Teheran secara bersamaan bernegosiasi dengan Washington.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman yang menunjukkan rudal, drone, dan roket ditembakkan ke target yang dituju selama latihan, yang berpusat di markas besar pasukan darat IRGC di Madineh.
CM-302, yang merupakan varian ekspor dari keluarga rudal jelajah anti-kapal supersonik YJ-12, dapat mendekati targetnya tepat di atas permukaan laut.
Rudal-rudal ini diyakini memiliki jangkauan sekitar 180 mil.
Reuters melaporkan bahwa, ketika pembicaraan untuk membeli rudal memasuki fase akhir musim panas lalu, Iran mengirim tim pejabat militer dan pemerintah senior ke China. Itu termasuk Massoud Oraei, wakil menteri pertahanan Iran.
Seorang analis keamanan, Danny Citrinowitz, mantan perwira intelijen Israel, mengatakan: “Rudal-rudal ini sangat sulit untuk dicegat. Ini benar-benar mengubah keadaan jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal di kawasan tersebut.”
China, yang menentang intervensi militer Barat di Iran, menjual sejumlah besar senjata ke Republik Islam pada tahun 1980-an tetapi kemudian mengurangi dukungan pada akhir 1990-an di bawah tekanan internasional.
Saat menjamu Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk parade militer di Beijing pada bulan September, Presiden China Xi Jinping mengatakan: “China mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan martabat nasional.”
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melakukan latihan pasukan darat di Iran selatan dan pulau-pulau Teluk pada hari Rabu menggunakan apa yang mereka sebut sebagai “taktik gabungan baru” dan “teknologi modern".
Ini adalah demonstrasi militer besar ketiga dalam seminggu saat Teheran secara bersamaan bernegosiasi dengan Washington.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan rekaman yang menunjukkan rudal, drone, dan roket ditembakkan ke target yang dituju selama latihan, yang berpusat di markas besar pasukan darat IRGC di Madineh.
Lihat Juga :