Viral! Bos China Bagikan Bonus Rp439,3 Miliar, Karyawan Bebas Ambil di Atas Meja

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:24 WIB
loading...
Viral! Bos China Bagikan...
Bos perusahaan China bagikan total bonus senilai Rp439,3 miliar kepada para karyawannya. Uniknya, sebagian besar bonus ini ditaruh di atas meja panjang dan karyawan bebas mengambilnya. Foto/South China Morning Post
A A A
BEIJING - Sebuah perusahaan China dan bosnya menjadi viral di media sosial setelah membagikan bonus akhir tahun sebesar 180 juta yuan (Rp439,3 miliar) dari keuntungan sebesar 270 juta yuan (Rp658,9 miliar).

Uniknya, banyak uang tunai dari bonus itu diletakkan di atas meja panjang, di mana para karyawan bebas mengambil sebanyak mungkin dalam waktu yang ditentukan.

Baca Juga: Influencer China Dihujat karena Unggah Video Persalinan Istrinya selama 23 Jam demi View

Momen unik ini terjadi pada 13 Februari. Perusahaan Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. mengadakan acara gala tahunan, di mana lebih dari 60 juta yuan (Rp146,4 miliar) dalam bentuk bonus tunai dibagikan di tempat.

Pada acara tersebut, 800 meja perjamuan disiapkan untuk menampung sekitar 7.000 orang.
Viral! Bos China Bagikan Bonus Rp439,3 Miliar, Karyawan Bebas Ambil di Atas Meja

Foto/Elephant News

Karyawan diundang ke panggung untuk menerima hadiah mereka, sementara dalam kegiatan interaktif lainnya mereka menghitung uang itu sendiri: berapa pun jumlah yang mereka hitung, mereka dapat membawanya pulang.

Menurut video yang beredar online, sebagaimana dikutip South China Morning Post, Kamis (26/2/2026), para karyawan terlihat menghitung uang tunai yang tersebar di atas meja panjang, sementara yang lain membawa bundel uang kertas di lengan mereka di atas panggung, dengan beberapa hampir tidak mampu menampung semua uang tersebut.

Selama acara gala, bos perushaan; Cui Peijun, bahkan berteriak kepada departemen keuangan di atas panggung: “Mengapa kita memberikan mesin cuci? Apakah kalian pikir harga emas telah naik? Tahun-tahun sebelumnya, kita memberikan kalung dan cincin, bawalah uang tunai dan berikan lagi 20.000 yuan kepada semua orang.”

Termasuk bonus yang dibagikan secara online, total pembayaran akhir tahun melebihi 180 juta yuan.

Keuntungan perusahaan untuk tahun 2025 dilaporkan sebesar 270 juta yuan, yang berarti hampir 70 persen dari keuntungannya dibagikan kepada 7.000 karyawannya.

Perusahaan ini didirikan pada September 2002. Ia merupakan produsen dan penyedia jasa derek dan produk penanganan material, dengan operasi bisnis yang tersebar di lebih dari 130 negara di seluruh dunia.

Cui memegang sekitar 98,88 persen saham perusahaan.

Pada tahun 2024, perusahaan mencatat laba bersih sebesar 260 juta yuan, di mana 170 juta yuan dibagikan kepada karyawan.

Pada Maret tahun lalu, pada Hari Perempuan Internasional, perusahaan membagikan hampir 1,6 juta yuan dalam bentuk bonus kepada 2.000 karyawan perempuan.

Kebiasaan memberikan hadiah uang tunai dan tunjangan kepada karyawan secara rutin telah membuat Cui dijuluki oleh netizen sebagai "bos yang paling suka memberi uang".

Menanggapi julukan tersebut, Cui berkata: "Bukan berarti saya suka memberi uang, tetapi kaum muda dibebani dengan pinjaman mobil dan hipotek, dan bantuan apa pun yang dapat kami berikan sangat membantu."

Aksi bagi-bagi bonus oleh Cui telah memicu rasa iri di kalangan netizen China.

"Ini adalah Dewa Kekayaan sejati di dunia manusia. Kami berharap akan ada lebih banyak perusahaan dan pengusaha seperti ini," puji seorang netizen.

Yang lain berkomentar: "Bukankah ini lebih efektif daripada iklan? Perlakukan karyawan dengan baik dan mereka akan bekerja lebih keras, dengan kualitas terjamin. Bos seperti ini pantas dinobatkan sebagai pekerja teladan nasional."

Sementara netizen ketiga berkomentar: “Ini benar-benar bos impian orang lain. Dengan bonus akhir tahun seperti itu, siapa yang tidak ingin bekerja di sana?”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved