80 Negara Anggota PBB Kutuk Aksi Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:25 WIB
loading...
80 Negara Anggota PBB...
Lebih dari 80 negara anggota PBB kutuk aksi pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Foto/X/@QudsNen
A A A
GAZA - Lebih dari 80 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengutuk rencana Israel untuk memperluas kendali atas Tepi Barat yang diduduki dan mengklaim sebagian besar wilayah Palestina sebagai "milik negara" Israel.

“Kami mengutuk keras keputusan dan tindakan sepihak Israel yang bertujuan untuk memperluas kehadiran ilegal Israel di Tepi Barat,” kata Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, pada hari Selasa, berbicara atas nama koalisi 85 negara anggota dan beberapa organisasi internasional, dilansir Al Jazeera.

“Keputusan tersebut bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional dan harus segera dibatalkan. Dalam hal ini, kami menggarisbawahi penentangan keras kami terhadap segala bentuk aneksasi,” kata Mansour.

“Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap semua tindakan yang bertujuan untuk mengubah komposisi demografis, karakter, dan status wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk Yerusalem Timur,” katanya.

Baca Juga: Kapal Induk USS Gerald R. Ford Vs USS Abraham Lincoln, Siapa Lebih Unggul?

“Tindakan tersebut melanggar hukum internasional, merusak upaya yang sedang berlangsung untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan ini, bertentangan dengan Rencana Komprehensif, dan membahayakan prospek tercapainya kesepakatan perdamaian yang mengakhiri konflik,” tambahnya.

Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza adalah kesepakatan November antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri perang genosida tersebut.

Para penandatangan pernyataan bersama pada hari Selasa termasuk Australia, Kanada, Tiongkok, Prancis, Pakistan, Rusia, Korea Selatan, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uni Eropa, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam.

Pernyataan bersama tersebut menyusul keputusan Israel untuk menerapkan pendaftaran tanah di Area C Tepi Barat untuk pertama kalinya sejak 1967, ketika Israel memulai pendudukan wilayah Palestina.

Area C mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat, menurut organisasi pemantau pemukiman ilegal Peace Now.



Dapatkan peringatan dan pembaruan instan berdasarkan minat Anda. Jadilah yang pertama mengetahui ketika berita besar terjadi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, awal pekan ini, memperingatkan bahwa rencana pendaftaran tanah Israel dapat menyebabkan "perampasan properti warga Palestina dan berisiko memperluas kendali Israel atas tanah di daerah tersebut".

Guterres memperingatkan bahwa proses tersebut dapat "mengganggu stabilitas" dan melanggar hukum, mengutip putusan penting tahun 2024 oleh Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyatakan pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Gaza adalah melanggar hukum dan harus diakhiri.

"Penyalahgunaan status Israel sebagai kekuatan pendudukan" menjadikan "kehadirannya di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum", kata ICJ dalam putusannya.

“Permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dan rezim yang terkait dengannya, telah didirikan dan dipertahankan dengan melanggar hukum internasional,” tambah pengadilan tersebut.

Menurut ICJ, sekitar 465.000 pemukim Israel tinggal di Tepi Barat yang diduduki, tersebar di sekitar 300 permukiman dan pos terdepan, yang ilegal menurut hukum internasional.

Secara terpisah pada hari Selasa, seorang anak Palestina berusia 13 tahun tewas, dan dua anak lainnya terluka parah, di daerah Lembah Yordania tengah Tepi Barat yang diduduki akibat amunisi yang dibuang oleh militer Israel, lapor kantor berita Palestina Wafa.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved