Ajudan Putin Serukan Pembalasan terhadap Pembajakan Barat

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:23 WIB
loading...
Ajudan Putin Serukan...
Nikolay Patrushev dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/novayagayeta
A A A
MOSKOW - Respons Rusia terhadap “pembajakan Barat” yang menargetkan perdagangan maritimnya harus tegas dan tidak terbatas pada cara diplomatik. Seruan itu diungkap seorang pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Nikolay Patrushev, pejabat keamanan nasional veteran yang memimpin badan pembuat kebijakan angkatan laut, menyerukan tindakan yang lebih tegas terhadap langkah-langkah Barat yang menargetkan kapal-kapal yang digambarkan sebagai bagian dari dugaan ‘armada bayangan’ Rusia.

Upaya untuk melumpuhkan perdagangan luar negeri Rusia hanya akan meningkat, Patrushev memperingatkan dalam wawancara dengan Argumenty i Fakty yang diterbitkan pada hari Selasa.

“Kecuali kita melawan dengan tegas, segera Inggris, Prancis, dan bahkan Baltik akan cukup berani untuk mencoba dan memblokir akses negara kita setidaknya ke Atlantik,” katanya.

“Pada intinya, Eropa sedang mengambil langkah-langkah untuk memberlakukan blokade angkatan laut, dengan sengaja mendorong eskalasi militer, menguji batas kesabaran kita dan memprovokasi pembalasan kita. Jika situasi tidak diselesaikan secara damai, Angkatan Laut akan menerobos dan mencabut blokade tersebut,” tegas Patrushev.

“Jangan lupa bahwa banyak kapal berlayar di laut di bawah bendera Eropa. Kita mungkin penasaran tentang apa yang mereka kirim dan ke mana,” tambahnya.

Patrushev menyatakan skeptisisme bahwa ketegangan dapat mereda, dengan mengatakan, “Ada sedikit harapan bahwa Barat memiliki sedikit pun rasa hormat terhadap diplomasi dan hukum.”

Ia berpendapat, “Praktik lama ‘diplomasi kapal perang’ sedang dihidupkan kembali,” dengan mengutip operasi AS yang menargetkan Venezuela dan Iran.

Washington telah menggunakan kapal perang untuk menargetkan kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela dan mencegat kapal tanker minyak yang keluar, termasuk satu kapal yang berlayar di bawah bendera Rusia.

Pentagon sekarang memusatkan aset di Timur Tengah karena Presiden Donald Trump menekan Iran untuk menerima pembatasan pada pencegahan rudalnya terhadap Israel.

"Di dunia saat ini, Angkatan Laut Rusia adalah alat geopolitik yang menggabungkan kekuatan dengan fleksibilitas dan cocok untuk masa damai maupun konflik bersenjata," kata Patrushev.

"Kekuatannya dibutuhkan untuk melindungi kemampuan Rusia untuk mengekspor minyak, biji-bijian, dan pupuk, serta fungsi normal negara," tegas dia.

Baca juga: Ngeri, Perang Masa Depan Sedang Dirancang di Israel, Senator AS Bongkar Rahasia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Konflik AS-Iran Memanas,...
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan
Rekomendasi
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved