Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Selasa, 17 Februari 2026 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Akhir pekan lalu, orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor mengamuk di tiga desa di Nigeria utara, menewaskan sedikitnya 46 orang dan menculik banyak lainnya. Serangan paling berdarah terjadi di desa Konkoso, di Negara Bagian Niger, di mana sedikitnya 38 orang ditembak mati atau lehernya digorok.
Pengerahan pasukan AS ini menyusul meredanya ketegangan yang memuncak antara Washington dan Nigeria akhir tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump menuduh negara itu gagal menghentikan pembunuhan terhadap orang Kristen dan mengancam akan campur tangan secara militer.
Pemerintah Nigeria telah menolak tuduhan Trump, dan para analis mengatakan bahwa orang-orang dari semua agama, bukan hanya Kristen, adalah korban kekerasan kelompok bersenjata.
Pada bulan Desember, pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap pejuang yang berafiliasi dengan ISIL di barat laut negara itu. Bulan lalu, setelah berdiskusi dengan pihak berwenang Nigeria di Abuja, kepala Komando Afrika AS mengkonfirmasi bahwa sebuah tim kecil perwira militer AS berada di Nigeria, yang berfokus pada dukungan intelijen.
Nigeria menghadapi pertempuran berkepanjangan dengan puluhan kelompok bersenjata lokal yang semakin memperebutkan wilayah, termasuk Boko Haram yang berasal dari dalam negeri dan faksi pecahannya, afiliasi ISIL di Provinsi Afrika Barat (ISWAP).
Ada juga Lakurawa yang terkait dengan ISIL, serta kelompok "bandit" lainnya yang mengkhususkan diri dalam penculikan untuk tebusan dan penambangan ilegal.
Pengerahan pasukan AS ini menyusul meredanya ketegangan yang memuncak antara Washington dan Nigeria akhir tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump menuduh negara itu gagal menghentikan pembunuhan terhadap orang Kristen dan mengancam akan campur tangan secara militer.
Pemerintah Nigeria telah menolak tuduhan Trump, dan para analis mengatakan bahwa orang-orang dari semua agama, bukan hanya Kristen, adalah korban kekerasan kelompok bersenjata.
Pada bulan Desember, pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap pejuang yang berafiliasi dengan ISIL di barat laut negara itu. Bulan lalu, setelah berdiskusi dengan pihak berwenang Nigeria di Abuja, kepala Komando Afrika AS mengkonfirmasi bahwa sebuah tim kecil perwira militer AS berada di Nigeria, yang berfokus pada dukungan intelijen.
Nigeria menghadapi pertempuran berkepanjangan dengan puluhan kelompok bersenjata lokal yang semakin memperebutkan wilayah, termasuk Boko Haram yang berasal dari dalam negeri dan faksi pecahannya, afiliasi ISIL di Provinsi Afrika Barat (ISWAP).
Ada juga Lakurawa yang terkait dengan ISIL, serta kelompok "bandit" lainnya yang mengkhususkan diri dalam penculikan untuk tebusan dan penambangan ilegal.
Lihat Juga :