Senator AS: Mohammed bin Salman Harus Hentikan Perseteruan Arab Saudi dengan UEA

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:54 WIB
loading...
Senator AS: Mohammed...
Putra Mahkota Mohammed bin Salman didesak hentikan perseteruan Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab. Foto/SPA
A A A
MUNICH - Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman harus menghentikan perseteruannya dengan Uni Emirat Arab (UEA). Senator sekutu Presiden Donald Trump ini memihak Abu Dhabi dalam persteruannya dengan Riyadh.

“Hentikan itu, Arab Saudi, hentikan. Saya sudah muak dengan omong kosong ini. MBZ bukan seorang Zionis dan Anda justru memperkuat Iran dengan memicu konflik ini,” kata Graham pada konferensi Keamanan Munich, seperti dikutip dari Middle East Eye (MEE), Minggu (15/2/2026).

MBZ adalah singkatan untuk pemimpin UEA, Mohamed bin Zayed.

Baca Juga: Perseteruan Arab Saudi dan UEA Meruncing, Dikhawatirkan Munculkan Konflik Baru di Teluk

Graham tampak sangat kesal dengan kritik yang dilontarkan para pemikir dan analis Arab Saudi terhadap UEA atas kemitraannya yang erat dengan Israel.

Israel telah diisolasi di ibu kota Arab lainnya atas apa yang disebut PBB sebagai genosida di Gaza, dengan lebih dari 72.000 orang tewas, dan serangan Israel terhadap Lebanon, Suriah, dan Iran. Namun, UEA umumnya mendukung Israel. Kedua negara menormalisasi hubungan pada tahun 2021 sebagai bagian dari Kesepakatan Abraham yang dimediasi AS.

Para pejabat AS saat ini dan mantan pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa pemerintahan Trump telah mencatat "dimensi keagamaan" dalam perseteruan antara keluarga-keluarga kaya Teluk yang memerintah kedua negara Teluk tersebut.

MEE mengungkapkan pada hari Rabu bahwa UEA menekan kelompok-kelompok lobi pro-Israel, termasuk Komite Yahudi Amerika, yang memiliki kantor di Abu Dhabi, untuk mengutuk Arab Saudi atas dugaan anti-Semitisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Iran Ancam Pembalasan...
Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya
Rekomendasi
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved