SPD Jerman: Jika Trump Luncurkan Nuklir, Bisakah Kita Menghentikannya?

Senin, 04 Mei 2020 - 17:22 WIB
loading...
SPD Jerman: Jika Trump...
Para teknisi Angkatan Udara Amerika Serikat memeriksa rudal balistik antarbenua (ICBM) LGM-30F Minuteman III di Whiteman Air Force Base, Missouri. Foto/REUTERS/Tech. Sgt. Bob Wickley/USAF
A A A
BERLIN - Politisi terkemuka Partai Sosial Demokrat (SDP) Jerman mengatakan partisipasi Berlin dalam inisiatif berbagi nuklir NATO hanya meningkatkan risiko kesalahan perhitungan bencana. Sebab, Berlin tidak memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan kebijakan luar negeri Washington.

Tinjauan Ulang Postur Nuklir (NPR) terbaru Pentagon, pengembangan dan penyebaran senjata nuklir taktis berdaya rendah semakin memperjelas bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak lagi menganggap nuklir sebagai senjata pencegah. Demikian disampaikan Rolf Mutzenich, ketua kelompok politisi SPD di Parlemen Jerman yang bersekutu dengan kubu konservatif (CDU) atau partainya Kanselir Angela Merkel.

"Adakah yang benar-benar berpikir bahwa jika Donald Trump merencanakan serangan nuklir, dia bisa ditahan oleh Jerman hanya karena kami mengangkut beberapa hulu ledak?," kritik Mutzenich seperti dikutip Russia Today, Senin (4/5/2020)

Penentangannya yang kuat terhadap keberlangsungan kehadiran nuklir Amerika di tanah Jerman juga disuarkan kedua pemimpin SPD; Norbert Walter-Borjans dan Saskia Esken. Keduanya menegaskan kembali sikap tegas mereka terhadap penyebaran, berbagi, dan penggunaan senjata nuklir NATO.

Mitra koalisi senior menuduh sikap SPD itu sebagai populisme. Anggota Parlemen dari CDU, Patrick Sensburg, menyatakan keprihatinan bahwa pernyataan para petinggi SDP akan merusak solidaritas NATO dan kepercayaan mitra pada kemampuan Jerman untuk memenuhi perannya di masa depan dalam aparat keamanan Transatlantik.

"SPD sepenuhnya nirwana tentang kebijakan keamanan...senjata nuklir Amerika melayani di atas segalanya untuk melindungi kita," kata Sensburg.

Sementara itu pihak oposisi menuduh koalisi CDU/CSU-SPD yang berkuasa merusak reputasi Jerman dengan pertengkaran mereka yang sedang berlangsung, yang menurut juru bicara urusan pertahanan Partai Demokratik Bebas (FDP) Marie-Agnes Strack-Zimmermann, "mengirim sinyal yang salah di waktu yang salah".

Dia juga menegaskan pembenaran untuk menampung bom nuklir AS di Jerman, dengan mengklaim bahwa beberapa kontrol lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Adalah naif untuk percaya bahwa Jerman akan memiliki pengaruh yang sama pada strategi nuklir NATO jika senjata nuklir AS ditarik," ujarnya.

AS telah memiliki sekitar 100 senjata nuklir yang dikerahkan di Belgia, Belanda, Italia, dan di Pangkalan Udara Buechel di Jerman sejak Perang Dingin. Perdebatan mengenai pengaturan pembagian nuklir baru-baru ini memanas ketika Berlin berupaya mengganti armada jet Tornado yang menua, yang mampu mengirimkan bom-bom Amerika, dengan Eurofighter Typhoon atau pun Boeing F-18 buatan AS.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved