Israel akan Batasi Akses Umat Islam ke Masjid al-Aqsa selama Ramadan
Jum'at, 13 Februari 2026 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat biasanya melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur yang diduduki selama Ramadan untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa.
Namun, sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, otoritas Israel telah memperketat pembatasan di pos pemeriksaan militer, membatasi akses penduduk Tepi Barat ke Yerusalem.
Selama dua tahun terakhir, hanya sejumlah kecil orang yang menerima izin yang dikeluarkan oleh militer Israel, yang menurut warga Palestina sulit diperoleh. Pihak berwenang belum mengumumkan pengaturan khusus apa pun untuk Ramadan tahun ini.
Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah sementara terhadap ratusan warga Palestina di Yerusalem Timur—sebagian besar adalah pemuda—yang melarang mereka memasuki Masjid al-Aqsa selama Ramadan. Beberapa perintah tersebut berlaku hingga enam bulan.
Langkah-langkah ini diambil ketika pemerintah sayap kanan Israel, yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menghadapi kritik dari pejabat Palestina atas apa yang mereka gambarkan sebagai perubahan terhadap "status quo" yang telah lama ada di situs tersebut.
Namun, polisi setempat secara sepihak mengizinkan ekstremis Israel memasuki kompleks masjid secara paksa sejak tahun 2003, meskipun ada tuntutan berulang kali dari Departemen Wakaf Islam untuk menghentikan serangan tersebut.
“Tidak diragukan lagi bahwa pemerintah sayap kanan bertujuan menerapkan rencana agresifnya terkait Masjid al-Aqsa,” ungkap Sabri. “Selama bertahun-tahun, mereka menuntut akses publik, ibadah terbuka, penggunaan terompet ritual, dan sujud. Ambisi yang dulunya tersembunyi kini telah menjadi publik.”
Namun, sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, otoritas Israel telah memperketat pembatasan di pos pemeriksaan militer, membatasi akses penduduk Tepi Barat ke Yerusalem.
Selama dua tahun terakhir, hanya sejumlah kecil orang yang menerima izin yang dikeluarkan oleh militer Israel, yang menurut warga Palestina sulit diperoleh. Pihak berwenang belum mengumumkan pengaturan khusus apa pun untuk Ramadan tahun ini.
Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah sementara terhadap ratusan warga Palestina di Yerusalem Timur—sebagian besar adalah pemuda—yang melarang mereka memasuki Masjid al-Aqsa selama Ramadan. Beberapa perintah tersebut berlaku hingga enam bulan.
Langkah-langkah ini diambil ketika pemerintah sayap kanan Israel, yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menghadapi kritik dari pejabat Palestina atas apa yang mereka gambarkan sebagai perubahan terhadap "status quo" yang telah lama ada di situs tersebut.
Namun, polisi setempat secara sepihak mengizinkan ekstremis Israel memasuki kompleks masjid secara paksa sejak tahun 2003, meskipun ada tuntutan berulang kali dari Departemen Wakaf Islam untuk menghentikan serangan tersebut.
“Tidak diragukan lagi bahwa pemerintah sayap kanan bertujuan menerapkan rencana agresifnya terkait Masjid al-Aqsa,” ungkap Sabri. “Selama bertahun-tahun, mereka menuntut akses publik, ibadah terbuka, penggunaan terompet ritual, dan sujud. Ambisi yang dulunya tersembunyi kini telah menjadi publik.”
Lihat Juga :