Palestine Action Menang Gugatan Hukum di Inggris atas Pelarangan Organisasi Teroris

Jum'at, 13 Februari 2026 - 21:31 WIB
loading...
Palestine Action Menang...
Petugas polisi menahan beberapa aktivis selama demonstrasi Cabut Larangan di depan Gedung Pengadilan Kerajaan, yang diselenggarakan kelompok aksi sipil dan kampanye Defend Our Juries, di London, Inggris pada 26 November 2025. Foto/Zeynep Demir/Anadolu A
A A A
LONDON - Pendiri bersama Palestine Action pada hari Jumat (13/2/2026) memenangkan gugatan hukum di Inggris atas pelarangan kelompok tersebut sebagai “organisasi teroris.” Huda Ammori telah menggugat pelarangan tersebut dalam persidangan di Pengadilan Tinggi di London, di mana para hakim memutuskan pelarangan kelompok tersebut berdasarkan undang-undang terorisme adalah melanggar hukum.

“Pengadilan Tinggi memutuskan pelarangan Palestine Action melanggar hukum karena tidak proporsional dengan kebebasan berbicara dan Menteri Dalam Negeri melanggar kebijakannya sendiri,” ungkap Ammori di X.

“Pengadilan memerintahkan agar pelarangan tersebut dibatalkan. Rincian pencabutan pelarangan akan diputuskan dan diselesaikan di kemudian hari.”

Secara keseluruhan, pengadilan mengatakan dalam ringkasan yang diterbitkan di situs webnya, pelarangan kelompok tersebut “tidak proporsional” dan “sifat dan skala kegiatannya yang termasuk dalam definisi terorisme belum mencapai tingkat, skala, dan persistensi yang cukup untuk membenarkan pelarangan.”

Namun, Palestine Action akan tetap dilarang untuk memungkinkan argumen hukum lebih lanjut.

Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mengatakan pemerintah akan mengajukan banding terhadap keputusan Pengadilan Tinggi, dengan alasan pelarangan kelompok tersebut "mengikuti proses pengambilan keputusan yang ketat dan berbasis bukti," yang didukung parlemen.

"Saya kecewa dengan keputusan Pengadilan dan tidak setuju dengan anggapan bahwa pelarangan organisasi teroris ini tidak proporsional," tulisnya di X.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved