Trump Sebut Presiden Israel Memalukan karena Ogah Ampuni Netanyahu
Jum'at, 13 Februari 2026 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
“Presiden Herzog menghargai Presiden Trump atas kontribusinya yang signifikan bagi Negara Israel dan keamanannya. Israel adalah negara berdaulat yang diatur oleh supremasi hukum,” ungkap kepresidenan Israel dalam pernyataan, menurut surat kabar Jerusalem Post.
Selain masalah hukum domestiknya, Netanyahu menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.
Herzog, politisi veteran yang meniti karier melalui Partai Buruh sayap kiri tengah, sering digambarkan di media Barat sebagai sosok yang kurang agresif dibandingkan Netanyahu.
Namun, presiden Israel ini juga berperan sebagai pembela tanpa kompromi atas serangan brutal Israel terhadap Gaza.
Di awal perang, ia menyatakan semua warga Palestina harus dihukum atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
“Seluruh bangsa di luar sana bertanggung jawab,” kata Herzog saat itu. “Retorika tentang warga sipil yang tidak sadar, tidak terlibat—sama sekali tidak benar. Mereka bisa saja bangkit. Mereka bisa saja melawan rezim jahat itu.”
Pernyataannya telah dikutip kelompok hak asasi manusia terkemuka dan penyelidik PBB sebagai bukti niat genosida Israel di Gaza.
Baca juga: Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya
Selain masalah hukum domestiknya, Netanyahu menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata perang.
Herzog, politisi veteran yang meniti karier melalui Partai Buruh sayap kiri tengah, sering digambarkan di media Barat sebagai sosok yang kurang agresif dibandingkan Netanyahu.
Namun, presiden Israel ini juga berperan sebagai pembela tanpa kompromi atas serangan brutal Israel terhadap Gaza.
Di awal perang, ia menyatakan semua warga Palestina harus dihukum atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
“Seluruh bangsa di luar sana bertanggung jawab,” kata Herzog saat itu. “Retorika tentang warga sipil yang tidak sadar, tidak terlibat—sama sekali tidak benar. Mereka bisa saja bangkit. Mereka bisa saja melawan rezim jahat itu.”
Pernyataannya telah dikutip kelompok hak asasi manusia terkemuka dan penyelidik PBB sebagai bukti niat genosida Israel di Gaza.
Baca juga: Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya
(sya)
Lihat Juga :