Trump: Iran Bodoh Jika Tak Bikin Kesepakatan dengan AS, Harus Mencakup Nuklir dan Rudal

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:13 WIB
loading...
A A A
"Banyak orang mengatakan 'tidak'. Dan saya akan mengatakan bahwa saya lebih suka membuat kesepakatan yang akan menghasilkan kesepakatan yang bagus. Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ini, tidak itu. Semua hal berbeda yang Anda inginkan. Namun beberapa orang khawatir, mereka sangat tidak jujur terhadap kami selama bertahun-tahun, sangat tidak jujur," paparnya.

Trump mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu, namun tidak mencapai kesepakatan “definitif” tentang bagaimana melanjutkan hubungan dengan Iran. Dia bersikeras bahwa negosiasi dengan Teheran akan terus dilakukan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai.

Netanyahu, yang diperkirakan akan menekan Trump untuk memperluas diplomasi dengan Iran di luar program nuklirnya dan memasukkan batasan persenjataan rudalnya, menekankan bahwa kepentingan keamanan Israel harus diperhitungkan tetapi tidak memberikan tanda-tanda bahwa presiden tersebut membuat komitmen yang diinginkan Netanyahu.

Dalam pertemuan ketujuh mereka sejak Trump kembali menjabat tahun lalu, Netanyahu—yang kunjungannya lebih tertutup dari biasanya dan tertutup bagi pers—berupaya mempengaruhi putaran diskusi AS berikutnya dengan Iran setelah perundingan nuklir yang diadakan di Oman Jumat lalu.

Kedua pemimpin tersebut berbicara secara tertutup selama lebih dari dua setengah jam dalam apa yang digambarkan Trump sebagai “pertemuan yang sangat baik” namun mengatakan tidak ada keputusan besar yang dibuat dan tidak menerima permohonan Netanyahu secara terbuka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
Presiden Terpilih Kolombia...
Presiden Terpilih Kolombia Bakal Buka Kedubes di Yerusalem, Pulihkan Aliansi Bersejarah!
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved