Hampir 5.000 Warga Irak Teken Sumpah Membela Iran Melawan AS Tanpa Kompensasi

Senin, 09 Februari 2026 - 09:44 WIB
loading...
Hampir 5.000 Warga Irak...
Hampir 5.000 warga Irak teken sumpah membela Iran tanpa kompensasi jika terjadi serangan Amerika Serikat. Foto/Rudaw
A A A
BAGHDAD - Hampir 5.000 warga Irak telah menandatangani sumpah untuk membantu membela Iran jika terjadi serangan AS terhadap Republik Islam tersebut.

Menurut sebuah pernyataan dari massa relawan, ribuan orang di provinsi Diyala, Irak, berkumpul untuk menyatakan niat mereka guna membela Irak dan negara tetangganya di timur, serta kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran, tanpa kompensasi apa pun.

Baca Juga: Iran Nyatakan Tak Takut dengan Pengerahan Kapal Induk AS di Timur Tengah

“Kami mengumumkan kesediaan kami untuk secara sukarela mendukung pasukan keamanan kami, Pasukan Mobilisasi Rakyat, dan Republik Islam Iran, dan kami secara tegas menolak intervensi Amerika di Republik Islam,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Middle East Eye, Senin (9/2/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, meskipun kedua negara telah berunding di Oman.

Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Jumat yang bertujuan untuk membatasi ekspor minyak Iran, termasuk langkah-langkah yang menargetkan 14 kapal yang berbendera negara-negara seperti Turki, India, dan Uni Emirat Arab. Washington juga mengumumkan sanksi terhadap 15 entitas dan dua orang.

Sementara itu, kapal induk AS tetap berada di lepas pantai Iran, dengan Komando Pusat (CENTCOM) AS merilis rekaman yang menunjukkan kapal kelas Nimitz tersebut; USS Abraham Lincoln, melakukan operasi pengisian bahan bakar di Laut Arab.

Pada Kamis lalu, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan bahwa militer negaranya siap berperang."Yang akan meliputi seluruh wilayah dan semua pangkalan AS jika itu yang diinginkan Washington," katanya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" kemungkinan akan terjadi jika kesepakatan dengan Iran tidak dapat dicapai.

Ammar al-Tamimi, seorang pemimpin di Organisasi Badr yang didukung Iran, yang mengoordinasikan pertemuan di Diyala, mengatakan bahwa para sukarelawan tidak terkait dengan faksi bersenjata tertentu.

"Sebaliknya, kami adalah sukarelawan yang siap bertugas sebagai pasukan cadangan untuk pasukan keamanan," kata Tamimi kepada Rudaw.

"Formasi ini terdiri dari 4.947 nama, dan struktur organisasinya, bersama dengan nama setiap sukarelawan, akan diserahkan kepada Komando Operasi Diyala, yang kemudian akan meneruskannya kepada Panglima Angkatan Bersenjata."

Irak telah mempertahankan hubungan dekat dengan Iran sejak perang tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.

Baik Iran maupun Amerika Serikat telah bersaing memperebutkan pengaruh di Irak, di mana ribuan pasukan AS masih ditempatkan, dan banyak partai politik serta kelompok bersenjata bersekutu dengan Teheran.

Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak, seperti Kataeb Hezbollah dan Harakat al-Nujaba, juga telah mendirikan pos-pos perekrutan di seluruh negeri, termasuk di Baghdad, untuk merekrut sukarelawan jika terjadi serangan AS terhadap Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved