China Sangkal Telah Uji Coba Ledakan Nuklir: Tuduhan AS Tidak Berdasar!

Minggu, 08 Februari 2026 - 07:30 WIB
loading...
A A A
"Setiap dimulainya kembali uji coba oleh AS sebagai tanggapan terhadap tuduhan tersebut tidak hanya tidak perlu secara teknis tetapi juga bodoh dan kontraproduktif karena akan memicu reaksi berantai uji coba nuklir oleh negara-negara bersenjata nuklir lainnya," katanya.

Perjanjian New START 2010 yang berakhir pada hari Kamis membuat Rusia dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak 1972 tanpa batasan yang mengikat pada penempatan rudal dan hulu ledak strategis mereka.

Trump ingin menggantinya dengan perjanjian baru yang mencakup China, yang dengan cepat meningkatkan persenjataannya sendiri. Sementara itu, Washington mengatakan akan terus memodernisasi kekuatan nuklirnya sendiri.

"Rusia dan China tidak seharusnya mengharapkan Amerika Serikat untuk berdiam diri sementara mereka menghindari kewajiban mereka dan memperluas kekuatan nuklir mereka. Kami akan mempertahankan pencegahan nuklir yang kuat, kredibel, dan modern," tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sebuah unggahan di platform penerbitan daring Substack.

DiNanno mengatakan dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa: "Saat ini, Amerika Serikat menghadapi ancaman dari berbagai kekuatan nuklir. Singkatnya, perjanjian bilateral hanya dengan satu kekuatan nuklir tidaklah tepat pada tahun 2026 dan seterusnya."

Dia mengulangi proyeksi AS bahwa China akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved