Jeffrey Epstein Diminta Awasi dengan Cermat Arab Saudi saat Pembersihan Elite di Ritz Carlton

Kamis, 05 Februari 2026 - 16:42 WIB
loading...
A A A
Dalam satu email tertanggal 17 Oktober 2016, jurnalis tersebut meminta analisis dari Epstein tentang bagaimana harga minyak yang rendah memengaruhi keluarga kerajaan Saudi.

Epstein, pengusaha New York yang memiliki hubungan dengan badan-badan intelijen, kemudian memberikan analisis tentang bagaimana keluarga kerajaan Saudi berfungsi, dengan menyatakan, “Dalam politik, AS berarti Gedung Putih. Sekarang ada Pentagon. CIA, Departemen Luar Negeri, dan Kongres, masing-masing merasa berwenang untuk bertindak lebih independen….sama halnya dengan keluarga kerajaan, ada 20.000 anggota suku. Disebut keluarga kerajaan, kata-kata itu menyesatkan,” katanya.

Pertukaran tersebut terjadi pada tahap awal upaya Arab Saudi untuk memulai reformasi sosial dan ekonomi yang dikenal sebagai Visi 2030.

Epstein menyarankan reformasi sosial, seperti mengizinkan perempuan mengemudi, didorong oleh tekanan dari pengamat Barat dan bukan dari warga Saudi biasa.

“Orang Amerika-lah yang menuntut perempuan mengemudi. Bukan orang Saudi,” tulisnya kepada Landon pada 18 Oktober 2016.

Baca juga: Epstein Files: Informan FBI Yakin Jeffrey Epstein Agen Mossad
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved