Xi Jinping Sudah Singkirkan 30 Jenderal dan Laksamana China dalam 3 Tahun
Kamis, 05 Februari 2026 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Zhang dicopot dari jabatannya pada 24 Januari. Kementerian Pertahanan China menuduhnya melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius, serta membentuk faksi di dalam CMC dan menciptakan perpecahan di dalam Partai Komunis China.
Setelah pencopotan Zhang, muncul pertanyaan mengapa Presiden Xi Jinping bertindak melawan sekutu yang begitu dekat. Di luar klaim membocorkan rahasia nuklir, beberapa pakar percaya Zhang telah menjadi terlalu kuat. Yang lain mengatakan Xi Jinping merasa korupsi di militer telah begitu dalam sehingga tindakan besar-besaran tidak dapat dihindari.
Dari tahun 2012 hingga 2017, Zhang memimpin departemen pengadaan senjata China, yang oleh para pakar digambarkan sebagai area militer yang paling rawan korupsi. Banyak pejabat yang terkait dengan departemen ini kemudian didakwa dengan korupsi, tetapi Zhang tetap tidak tersentuh hingga akhirnya disingirkan pada 24 Januari.
Jika dakwaan resmi diajukan, Jenderal Zhang dapat diadili di pengadilan militer tertutup, di mana vonis biasanya mengingkat.
Para pakar mengatakan kasus ini akan menciptakan ketakutan di kalangan kekuasaan Beijing. Pesannya adalah bahwa bahkan sekutu terdekat Xi Jinping pun tidak aman. Sebelum Kongres Partai Komunis China 2027, Xi Jinping perlu membangun kembali kepemimpinan militer yang terpercaya, sebuah tugas yang menurut para analis akan sulit.
Pada Oktober 2024, Partai Komunis China memecat Jenderal He Weidong, wakil ketua kedua CMC. Pada tahun yang sama, dua mantan menteri pertahanan juga dipecat dalam kasus korupsi.
He Weidong adalah wakil ketua peringkat kedua CMC, badan komando tertinggi PLA di bawah Xi Jinping. Dia belum terlihat di depan umum sejak Maret 2025.
Dia dianggap sebagai rekan dekat Xi Jinping. Keduanya bekerja bersama di Fujian dan Zhejiang pada tahun 1990-an. Pada tahun 2022, dia diangkat langsung sebagai wakil ketua CMC, peran yang biasanya hanya dicapai setelah lama bertugas di komisi senior.
"Pembersihan" telah menyebar ke hampir semua cabang angkatan bersenjata, termasuk Angkatan Roket dan Angkatan Laut.
Lima komando teater militer di bawah Xi Jinping, yang dibentuk pada tahun 2016 untuk mengawasi operasi regional Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, juga telah banyak terpengaruh.
Setelah pencopotan Zhang, muncul pertanyaan mengapa Presiden Xi Jinping bertindak melawan sekutu yang begitu dekat. Di luar klaim membocorkan rahasia nuklir, beberapa pakar percaya Zhang telah menjadi terlalu kuat. Yang lain mengatakan Xi Jinping merasa korupsi di militer telah begitu dalam sehingga tindakan besar-besaran tidak dapat dihindari.
Dari tahun 2012 hingga 2017, Zhang memimpin departemen pengadaan senjata China, yang oleh para pakar digambarkan sebagai area militer yang paling rawan korupsi. Banyak pejabat yang terkait dengan departemen ini kemudian didakwa dengan korupsi, tetapi Zhang tetap tidak tersentuh hingga akhirnya disingirkan pada 24 Januari.
Jika dakwaan resmi diajukan, Jenderal Zhang dapat diadili di pengadilan militer tertutup, di mana vonis biasanya mengingkat.
Para pakar mengatakan kasus ini akan menciptakan ketakutan di kalangan kekuasaan Beijing. Pesannya adalah bahwa bahkan sekutu terdekat Xi Jinping pun tidak aman. Sebelum Kongres Partai Komunis China 2027, Xi Jinping perlu membangun kembali kepemimpinan militer yang terpercaya, sebuah tugas yang menurut para analis akan sulit.
Pada Oktober 2024, Partai Komunis China memecat Jenderal He Weidong, wakil ketua kedua CMC. Pada tahun yang sama, dua mantan menteri pertahanan juga dipecat dalam kasus korupsi.
He Weidong adalah wakil ketua peringkat kedua CMC, badan komando tertinggi PLA di bawah Xi Jinping. Dia belum terlihat di depan umum sejak Maret 2025.
Dia dianggap sebagai rekan dekat Xi Jinping. Keduanya bekerja bersama di Fujian dan Zhejiang pada tahun 1990-an. Pada tahun 2022, dia diangkat langsung sebagai wakil ketua CMC, peran yang biasanya hanya dicapai setelah lama bertugas di komisi senior.
"Pembersihan" telah menyebar ke hampir semua cabang angkatan bersenjata, termasuk Angkatan Roket dan Angkatan Laut.
Lima komando teater militer di bawah Xi Jinping, yang dibentuk pada tahun 2016 untuk mengawasi operasi regional Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, juga telah banyak terpengaruh.
Lihat Juga :