Ada-ada Saja, Arab Saudi Hendak Terbitkan Paspor untuk Jutaan Unta

Kamis, 05 Februari 2026 - 11:07 WIB
loading...
Ada-ada Saja, Arab Saudi...
Kerajaan Arab Saudi akan menerbitkan paspor untuk jutaan unta di wilayahnya. Foto/Hani Alshaer/Anadolu Agency
A A A
RIYADH - Paspor menjadi dokumen perjalanan resmi yang harus dimiliki setiap warga negara yang ingin memasuki wilayah negara lain. Namun, apa jadinya jika paspor ditebitkan untuk unta?

Paspor untuk unta sedang diupayakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kerajaan tersebut telah mengumumkan rencana untuk menerbitkan paspor bagi jutaan unta di wilayahnya, untuk membantu mengelola kawanan berharga negara tersebut dengan lebih baik.

Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian menjanjikan inisiatif ini akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor tersebut dan membangun basis data referensi yang andal untuk unta.

Baca Juga: Arab Saudi Tunda Pembangunan Mukaab, Bangunan Kubus Raksasa Kontroversial

Sebuah unggahan media sosial dari kementerian itu pada hari Selasa menyertakan gambar dokumen tersebut: paspor hijau yang dicap dengan lambang negara dan gambar unta berwarna emas.

Kementerian itu mengatakan paspor unta berfungsi sebagai dokumen identifikasi komprehensif, berisi nomor microchip, nomor paspor, nama unta, tanggal lahir, ras, jenis kelamin, warna, tempat lahir, dan tanggal serta tempat penerbitan, serta foto hewan dari kedua sisi untuk memastikan identifikasi yang akurat, kata kementerian tersebut.

Paspor tersebut, lanjut kementerian itu, juga mencakup tabel vaksinasi khusus yang secara jelas mendokumentasikan catatan imunisasi hewan, yang disertifikasi dengan nama, tanda tangan, dan stempel dokter hewan.

"Paspor tersebut akan berkontribusi pada pengorganisasian operasi penjualan dan perdagangan dengan mengatur perdagangan dan transportasi, memastikan dokumentasi resmi, melindungi hak pemilik, dan memfasilitasi bukti kepemilikan,” bunyi siaran Al Ekhbariya, media yang didukung pemerintah kerajaan, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (5/2/2026).

Dari data sensus yang dirilis pada Juni 2025, kementerian itu mengatakan jumlah total unta di kerajaan mencapai 2.235.297 ekor.

Arab Saudi termasuk di antara negara-negara pemilik unta terbesar di dunia, dengan perkiraan 80.000 pemilik, menurut angka tidak resmi.

Unta telah lama menjadi moda transportasi vital di Arab Saudi, memberikan status kepada pemiliknya dan mendorong pertumbuhan industri peternakan yang menguntungkan.

Kerajaan Arab Saudi juga menyelenggarakan kontes kecantikan unta di festival tahunan, di mana para penggemar unta menghabiskan ratusan ribu dolar untuk hewan-hewan yang menjadi kontestan—dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkadang mencari keuntungan ilegal.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggara telah menindak tegas praktik-praktik yang merusak penampilan unta, sebuah praktik yang berkembang pesat di tengah persaingan ketat dan meskipun ada hukuman berat.

Metode untuk membuat bibir unta lebih kendur dan punuknya lebih berbentuk sangat tidak disukai oleh pihak berwenang yang ingin mendorong penampilan alami.

Unta telah menjadi bagian penting kehidupan di Semenanjung Arab selama ribuan tahun, dengan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa ukiran unta dan kuda seukuran aslinya yang dipahat di permukaan batu di Arab Saudi mungkin berusia sekitar 7.000 tahun.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved