Meski Ditembak F-35, Mengapa Iran Klaim Misi Drone Intai Kapal Induk AS Berjalan Sukses?

Rabu, 04 Februari 2026 - 17:12 WIB
loading...
Meski Ditembak F-35,...
Meski ditembak F-35, Iran klaim misi drone intai kapal induk AS berjalan sukses. Foto/Press TV
A A A
TEHERAN - Sebuah drone patroli dan pengawasan Angkatan Bersenjata Iran berhasil menyelesaikan misinya di perairan internasional di tengah laporan penembakan jatuh pesawat sejenis oleh pasukan Amerika Serikat.

Meski Ditembak F-35, Mengapa Iran Klaim Misi Drone Intai Kapal Induk AS Berjalan Sukses?

1. Memantau Pergerakan Militer AS

Kantor Berita Fars melaporkan hal ini pada hari Selasa, mengidentifikasi misi utama drone pengawasan jenis ini sebagai pemantauan semua pergerakan militer di wilayah yang berbatasan dengan Republik Islam, menambahkan bahwa data dari pesawat ini dikirim ke dan diterima oleh pangkalan darat secara real-time.

Sebuah sumber yang mengetahui informasi tersebut kepada Kantor Berita Tasnim mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai drone Shahed-129, mengomentari laporan dari media berbahasa Inggris tentang pesawat AS yang menargetkan drone Iran di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.

"Drone Shahed-129 sedang menjalankan misi rutin dan sahnya berupa pengintaian, pemantauan, dan pengambilan gambar di perairan internasional. Ini dianggap sebagai prosedur standar dan sah," demikian catatan tersebut.


2. Drone Bisa Mengirimkan Pengintaiannya ke Iran

Sumber tersebut menambahkan bahwa drone tersebut berhasil mengirimkan rekaman pengawasan dan pengintaiannya ke pusat komando.

Namun, komunikasi kemudian terputus, tambahnya, seraya mengatakan bahwa penyebab terputusnya komunikasi tersebut saat ini sedang diselidiki, dan detail lebih lanjut akan dirilis setelah selesai.

Sebelumnya, CENTCOM telah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menargetkan drone Iran untuk "melindungi" pasukannya. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa CENTCOM tidak memiliki niat untuk meningkatkan ketegangan dan bertindak semata-mata untuk "membela diri."

Perkembangan ini terjadi di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer Amerika di kawasan Asia Barat, termasuk Teluk Persia, bersamaan dengan ancaman berulang yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump untuk melakukan agresi militer baru terhadap Iran.

Baca Juga: Memanas, Militer AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk di Laut Arab

3. Kesalahan Perhitungan Baru

Para pejabat Iran, termasuk para petinggi militer, telah menanggapi upaya eskalasi dan retorika simultan dengan peringatan keras terhadap setiap kesalahan perhitungan baru oleh Washington dan sekutunya.

4. Ancaman Khamenei Terbukti Efektif

Pada hari Sabtu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan bahwa perang apa pun yang diprakarsai oleh Amerika Serikat terhadap Iran akan berubah menjadi perang regional.

Sang Pemimpin mengatakan retorika AS baru-baru ini tentang perang dan aset militer bukanlah hal baru, dengan menyatakan, “Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional.”

Sementara itu, Ayatollah Khamenei menekankan bahwa ancaman dan pameran kekuatan militer tidak akan mengintimidasi bangsa Iran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved