Rusia Didesak Serang Satelit Elon Musk dengan Senjata Nuklir, Ini Alasannya
Selasa, 03 Februari 2026 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Serhii Beskrestnov, seorang penasihat Fedorov, mengatakan pihak berwenang Ukraina tidak dapat secara publik merinci bagaimana mereka membatasi penggunaan Starlink oleh Rusia, tetapi mengatakan langkah-langkah baru tersebut diperlukan untuk melindungi situs sipil dan militer, serta infrastruktur penting, dari serangan drone Rusia.
Para analis Barat mengatakan pekan lalu bahwa pasukan Rusia semakin sering menggunakan Starlink untuk memperluas jangkauan drone serang mereka, setelah laporan pertama tentang Moskow menggunakan jaringan tersebut dalam drone serangnya muncul pada musim gugur 2024.
"Jangkauan drone yang dilengkapi Starlink yang dilaporkan mencapai 500 kilometer (310 mil) menempatkan sebagian besar Ukraina, seluruh Moldova, dan sebagian Polandia, Rumania, dan Lithuania dalam jangkauan drone ini jika diluncurkan dari Rusia atau Ukraina yang diduduki," kata Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS.
Mengacu pada analisis tersebut, Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski mengatakan dalam pesan publik kepada Elon Musk: "Mengapa Anda tidak menghentikan Rusia menggunakan Starlink untuk menargetkan kota-kota Ukraina?"
"Si idiot yang ngiler ini bahkan tidak menyadari bahwa Starlink adalah tulang punggung komunikasi militer Ukraina," balas Musk kemudian.
Sikorski dan Musk sebelumnya telah berselisih secara daring mengenai penggunaan Starlink di Ukraina.
Media pemerintah Rusia melaporkan bulan lalu bahwa perusahaan antariksa milik negara Moskow, Roscosmos, akan mulai memproduksi massal alternatif Starlink akhir tahun ini.
Para analis Barat mengatakan pekan lalu bahwa pasukan Rusia semakin sering menggunakan Starlink untuk memperluas jangkauan drone serang mereka, setelah laporan pertama tentang Moskow menggunakan jaringan tersebut dalam drone serangnya muncul pada musim gugur 2024.
"Jangkauan drone yang dilengkapi Starlink yang dilaporkan mencapai 500 kilometer (310 mil) menempatkan sebagian besar Ukraina, seluruh Moldova, dan sebagian Polandia, Rumania, dan Lithuania dalam jangkauan drone ini jika diluncurkan dari Rusia atau Ukraina yang diduduki," kata Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di AS.
Mengacu pada analisis tersebut, Menteri Luar Negeri Polandia Radosław Sikorski mengatakan dalam pesan publik kepada Elon Musk: "Mengapa Anda tidak menghentikan Rusia menggunakan Starlink untuk menargetkan kota-kota Ukraina?"
"Si idiot yang ngiler ini bahkan tidak menyadari bahwa Starlink adalah tulang punggung komunikasi militer Ukraina," balas Musk kemudian.
Sikorski dan Musk sebelumnya telah berselisih secara daring mengenai penggunaan Starlink di Ukraina.
Media pemerintah Rusia melaporkan bulan lalu bahwa perusahaan antariksa milik negara Moskow, Roscosmos, akan mulai memproduksi massal alternatif Starlink akhir tahun ini.
(mas)
Lihat Juga :