Menteri Israel: Dewan Perdamaian Trump Akan Ultimatum Hamas Lucuti Senjata dalam 2 Bulan

Selasa, 03 Februari 2026 - 07:34 WIB
loading...
Menteri Israel: Dewan...
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich sebut Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump akan ultimatum Hamas agar lucuti senjata dalam dua bulan. Foto/X @PM_ViktorOrban
A A A
TEL AVIV - Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan Hamas akan diultimatum Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melucuti senjata dalam tempo dua bulan. Beberapa negara telah bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP), termasuk Indonesia.

“Dewan Perdamaian akan mengeluarkan ultimatum dua bulan kepada Hamas untuk melucuti senjata,” kata Smotrich pada hari Senin, yang dikutip surat kabar Zionis, Makor Rishon, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Indonesia Iuran untuk Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Apa Manfaatnya bagi RI?

Dia mengatakan bahwa Israel tidak akan mengakhiri perangnya di Jalur Gaza sebelum Hamas dihancurkan.

“Tidak akan ada Hamas di Gaza, baik secara militer, sipil, maupun pemerintahan. Kami telah membuat komitmen, dan itu adalah tujuan utama perang ini," ujarnya.

Tidak ada komentar langsung dari Dewan Perdamaian Trump mengenai pernyataan Smotrich.

Menteri Zionis Israel yang dikenal ekstremis itu mengatakan tentara Israel mengendalikan lebih dari setengah Jalur Gaza dan mengendalikan segalanya.

“Fase kedua (gencatan senjata) adalah untuk pelucutan senjata. Sangat disayangkan bahwa kita tidak memulainya tiga bulan lalu,” kata Smotrich.

Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada 15 Januari sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk Gaza, di mana kesepakatan gencatan senjata dicapai pada 10 Oktober 2025. Dewan tersebut kemudian disahkan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada November 2025.

Menurut Gedung Putih, Trump memimpin dewan tersebut, yang didukung oleh dewan eksekutif pendiri yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang diplomasi, pembangunan, infrastruktur, dan strategi ekonomi.

Meskipun Dewan Perdamaian muncul setelah perang brutal Israel di Gaza, piagamnya tidak secara eksplisit merujuk pada wilayah Palestina tersebut, tempat sekitar 2,4 juta orang, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, hidup dalam kondisi kemanusiaan yang mengerikan.

Piagamnya menggambarkan dewan tersebut sebagai organisasi internasional yang berupaya untuk mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam oleh konflik.

Pakta tersebut memberi Trump kekuasaan seumur hidup yang luas, termasuk hak veto dan pengangkatan anggota dewan. Para kritikus mengatakan struktur ini sama dengan upaya untuk mengabaikan PBB.

Fase kedua gencatan senjata di Gaza menetapkan pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya, penarikan tambahan pasukan Israel dari Gaza, dan peluncuran upaya rekonstruksi, yang menurut perkiraan PBB akan menelan biaya sekitar USD70 miliar.

Fase pertama gencatan senjata mencakup pertukaran tahanan yang melibatkan pembebasan sandera Israel sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina. Namun, Tel Aviv terus melanggar perjanjian tersebut nyaris setiap hari.

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 71.000 warga Palestina di Jalur Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 orang dalam serangan brutal sejak Oktober 2023 yang membuat Gaza hancur.

Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melakukan serangan, menewaskan lebih dari 524 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.400 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved