Pentagon Kembangkan AI Pembunuh Tanpa Pengawasan Manusia

Minggu, 01 Februari 2026 - 14:06 WIB
loading...
Pentagon Kembangkan...
Pentagon kembangkan AI pembunuh tanpa pengawasan manusia. Foto/X/@elonmusk
A A A
WASHINGTON - Departemen Perang AS terlibat perselisihan dengan pengembang kecerdasan buatan Anthropic mengenai pembatasan yang akan membatasi bagaimana militer dapat menggunakan sistem AI , termasuk untuk penargetan senjata otonom dan pengawasan domestik.

Perselisihan tersebut telah menghambat kontrak senilai hingga USD200 juta, karena para pejabat militer menolak apa yang mereka anggap sebagai batasan berlebihan yang diberlakukan oleh perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut terhadap penggunaan teknologinya, lapor Reuters, mengutip enam orang yang mengetahui masalah tersebut.

Anthropic telah menyampaikan kekhawatiran bahwa alat AI-nya dapat digunakan untuk melakukan operasi mematikan tanpa pengawasan manusia yang memadai atau untuk memata-matai warga Amerika. Itu diungkapkan sumber anonim kepada Reuters.

Namun, para pejabat Pentagon berpendapat bahwa sistem AI komersial harus dapat digunakan untuk tujuan militer terlepas dari kebijakan penggunaan internal perusahaan, selama mereka mematuhi hukum AS.



Perselisihan ini muncul di tengah dorongan yang lebih luas dari pemerintahan Trump untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan secara cepat di seluruh angkatan bersenjata. Awal bulan ini, Departemen Perang menguraikan strategi baru yang bertujuan untuk mengubah militer AS menjadi kekuatan tempur yang "mengutamakan AI".

Pentagon percaya bahwa mereka harus mempertahankan kendali penuh atas bagaimana alat AI digunakan di medan perang dan dalam operasi intelijen, dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berjanji untuk tidak menggunakan model yang "tidak memungkinkan Anda untuk berperang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved