Iran Ungkap Terowongan Rudal Bawah Laut, Ancaman Mengerikan bagi Kapal-kapal Perang AS

Minggu, 01 Februari 2026 - 05:57 WIB
loading...
A A A
Dia memperingatkan bahwa negara-negara tetangga dianggap bersahabat, tetapi akan diperlakukan sebagai musuh jika wilayah udara, darat, atau perairan teritorial mereka digunakan dalam serangan terhadap Iran.

Media Iran yang dekat dengan IRGC juga menerbitkan rekaman kapal induk AS USS Abraham Lincoln dan aset Angkatan Laut Amerika lainnya dengan judul "Pesan langsunguntuk Abraham Lincoln", mengingatkan kembali penahanan 10 pelaut AS oleh Teheran pada tahun 2016 setelah mereka memasuki perairan teritorial Iran dan menyiarkan simulasi penargetan kapal induk tersebut.

Akbarzadeh mengatakan tanggapan dari negara-negara regional terhadap peringatan Teheran telah positif dan bahwa Iran memiliki kemampuan lebih lanjut yang akan diungkapkan "pada waktu yang tepat".

Para politisi senior Iran menggemakan peringatan militer, menekankan bahwa keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dipisahkan dari stabilitas regional yang lebih luas.

Mohammad Mokhber, penasihat dan ajudan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan kepada Fars News pada hari Rabu, "Keamanan dan stabilitas di kawasan ini adalah untuk semua orang atau untuk tidak seorang pun".

Mokhber mengatakan Iran telah memainkan peran penting dalam memastikan keamanan di Teluk, Laut Oman, dan jalur maritim strategis, menekankan bahwa keamanan regional adalah kesatuan terintegrasi yang tidak dapat diperlakukan secara selektif atau didefinisikan secara eksklusif.

Dia mengatakan Teheran telah menempuh jalan perdamaian dan stabilitas tetapi tidak akan ragu untuk membela kepentingan nasionalnya, memperingatkan konsekuensi dari "petualangan" oleh pasukan dari luar kawasan.

Menurut Mokhber, kekuatan asing dihadapkan pada pilihan antara rasionalitas dan kerja sama regional, atau eskalasi dan menanggung konsekuensi penuh.

Dia menambahkan bahwa kawasan tersebut sekarang membutuhkan penarikan "pasukan asing yang suka berpetualang" dan pembukaan fase baru dialog kolektif di antara negara-negara pesisir, yang bertujuan untuk membangun sistem keamanan regional yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Setiap langkah yang tidak diperhitungkan atau tindakan irasional yang menargetkan kepentingan Iran akan ditanggapi dengan respons yang kuat dan tegas yang tidak akan dilupakan," katanya.

Dia memperingatkan bahwa dampaknya tidak hanya terbatas pada pihak penyerang tetapi akan memengaruhi seluruh kawasan dan sekutunya, dengan "gelombang kejut berbahaya" yang kemungkinan akan berdampak buruk pada ekonomi global.

Sinyal militer ini muncul ketika AS mengonfirmasi kedatangan USS Abraham Lincoln dan kapal perang pendamping di kawasan tersebut, bersamaan dengan pengerahan pesawat tempur tambahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved