China Eksekusi Mati 11 Mafia Scam yang Terkenal
Jum'at, 30 Januari 2026 - 09:39 WIB
loading...
Pihak berwenang China mengeksekusi mati 11 mafia yang terkait dengan pusat online scam terkenal di Myanmar. Foto/CCTV
A
A
A
BEIJING - Otoritas berwenang China telah mengeksekusi mati 11mafia yang terkait dengan pusat penipuan daring (online scam) terkenal di Myanmar. Eksekusi dilaksanakan pada hari Kamis seiring dengan intensifikasi penindakan terhadap penipuan yang menargetkan para warganya.
Sebanyak 23 tersangka lainnya dijatuhi hukuman penjara, mulai dari lima tahun hingga seumur hidup.
Mengutip laporan dari media pemerintah China, Xinhua, Jumat (30/1/2026), kejahatan mereka yang dieksekusi termasuk pembunuhan disengaja, cedera disengaja, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino.
Baca Juga: China Hukum Mati 11 Anggota Keluarga Mafia Terkenal, Raup Untung Rp23 Triliun dari Bisnis Kriminal
Beijing telah berjanji untuk mengejar jaringan kriminal yang beroperasi di Segitiga Emas (Myanmar, Thailand, dan Laos) yang "memangsa" warga negara China.
Di antara mereka yang dieksekusi adalah anggota kelompokmafia keluarga Ming, yang aktivitasnya telah menyebabkan kematian 14 warga negara China dan cedera pada banyak lainnya.
Keluarga Ming adalah sindikat kejahatan seperti mafia yang kuat dan terkenal yang berbasis di Myanmar utara. Secara historis, salah satu dari "empat keluarga" yang mengendalikan ekonomi dan pemerintahan lokal di wilayah tersebut, mereka adalah tokoh sentral dalam kerajaan kriminal bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Meskipun dua terdakwa mengajukan banding, dan kasus tersebut ditangani oleh Mahkamah Agung Rakyat, pengadilan tertinggi China, putusan awal tetap ditegakkan.
Mahkamah Agung Rakyat menyatakan bahwa kejahatan tersebut bersifat "sangat keji", melibatkan keadaan dan konsekuensi yang sangat serius yang membenarkan penerapan hukuman mati.
"Kerabat dekat para pelaku diizinkan bertemu dengan mereka sebelum eksekusi," tulis Xinhua dalam laporannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa China telah bekerja sama dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Kamboja, dan Thailand, untuk memerangi penipuan lintas batas.
Media pemerintah China lainnya, CCTV, melaporkan bahwa otoritas Myanmar telah menyerahkan lebih dari 53.000 tersangka ke China sejak pertengahan tahun 2023.
Pada bulan November, otoritas China menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang karena keterlibatan mereka dalam operasi penipuan di wilayah Kokang, Myanmar. Kejahatan mereka telah menyebabkan kematian enam warga negara China.
Operasi penipuan yang berpusat di wilayah perbatasan Myanmar telah meraup miliaran dolar Amerika Serikat dari seluruh dunia melalui penipuan telepon dan internet.
PBB memperkirakan bahwa ratusan ribu orang bekerja di pusat-pusat penipuan di seluruh dunia.
Sebanyak 23 tersangka lainnya dijatuhi hukuman penjara, mulai dari lima tahun hingga seumur hidup.
Mengutip laporan dari media pemerintah China, Xinhua, Jumat (30/1/2026), kejahatan mereka yang dieksekusi termasuk pembunuhan disengaja, cedera disengaja, penahanan ilegal, penipuan, dan pendirian kasino.
Baca Juga: China Hukum Mati 11 Anggota Keluarga Mafia Terkenal, Raup Untung Rp23 Triliun dari Bisnis Kriminal
Beijing telah berjanji untuk mengejar jaringan kriminal yang beroperasi di Segitiga Emas (Myanmar, Thailand, dan Laos) yang "memangsa" warga negara China.
Di antara mereka yang dieksekusi adalah anggota kelompokmafia keluarga Ming, yang aktivitasnya telah menyebabkan kematian 14 warga negara China dan cedera pada banyak lainnya.
Keluarga Ming adalah sindikat kejahatan seperti mafia yang kuat dan terkenal yang berbasis di Myanmar utara. Secara historis, salah satu dari "empat keluarga" yang mengendalikan ekonomi dan pemerintahan lokal di wilayah tersebut, mereka adalah tokoh sentral dalam kerajaan kriminal bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Meskipun dua terdakwa mengajukan banding, dan kasus tersebut ditangani oleh Mahkamah Agung Rakyat, pengadilan tertinggi China, putusan awal tetap ditegakkan.
Mahkamah Agung Rakyat menyatakan bahwa kejahatan tersebut bersifat "sangat keji", melibatkan keadaan dan konsekuensi yang sangat serius yang membenarkan penerapan hukuman mati.
"Kerabat dekat para pelaku diizinkan bertemu dengan mereka sebelum eksekusi," tulis Xinhua dalam laporannya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa China telah bekerja sama dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Kamboja, dan Thailand, untuk memerangi penipuan lintas batas.
Media pemerintah China lainnya, CCTV, melaporkan bahwa otoritas Myanmar telah menyerahkan lebih dari 53.000 tersangka ke China sejak pertengahan tahun 2023.
Pada bulan November, otoritas China menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang karena keterlibatan mereka dalam operasi penipuan di wilayah Kokang, Myanmar. Kejahatan mereka telah menyebabkan kematian enam warga negara China.
Operasi penipuan yang berpusat di wilayah perbatasan Myanmar telah meraup miliaran dolar Amerika Serikat dari seluruh dunia melalui penipuan telepon dan internet.
PBB memperkirakan bahwa ratusan ribu orang bekerja di pusat-pusat penipuan di seluruh dunia.
(mas)
Lihat Juga :