Bos Pentagon Melapor pada Trump: Militer AS Sudah Siap Menyerang Iran!

Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:44 WIB
loading...
Bos Pentagon Melapor...
Kepala Pentagon Pete Hegseth menyampaikan militer AS sudah siap menjalankan semua keputusan Presiden Donald Trump, termasuk menyerang Iran. Foto/The New York Times/Eric Lee
A A A
WASHINGTON - Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan militer Amerika Serikat (AS) sudah siap untuk melaksanakan apa pun yang diputuskan Presiden Donald Trump, termasuk menyerang Iran. Opsi menyerang Iran itu untuk memastikan bahwa Teheran tidak memiliki kemampuan untuk membuat senjata nuklir.

Kesiapan militer AS itu disampaikan Hegseth dalam laporannya kepada Presiden Trump dalam rapat kabinet. Kekuatan militer AS yang besar saat ini sudah berkumpul di wilayah Timur Tengah di dekat Iran.

Baca Juga: Tentara Iran Sudah Dibekali 1.000 Drone Baru, Siap Berikan Respons Menghancurkan pada AS

“Mereka seharusnya tidak mengejar kemampuan nuklir. Kami akan siap untuk memenuhi apa pun yang diharapkan presiden dari Departemen Perang,” kata Hegseth, merujuk pada perubahan nama tidak resmi Departemen Pertahanan oleh pemerintahan Trump, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2026).

Para pejabat AS mengatakan Trump sedang meninjau opsi-opsinya tetapi belum memutuskan apakah akan menyerang Iran.

Ketegangan AS-Iran meningkat tajam setelah penindakan keras terhadap protes di seluruh Iran oleh otoritas setempat dalam beberapa pekan terakhir.

Trump telah berulang kali mengancam akan campur tangan jika Iran terus membunuh para demonstran, tetapi demonstrasi di seluruh negeri atas kesulitan ekonomi dan penindasan politik telah mereda.

Dia mengatakan AS akan bertindak jika Teheran melanjutkan program nuklirnya setelah serangan udara pada bulan Juni 2025 oleh pasukan Israel dan AS terhadap instalasi nuklir utama.

Sementara itu, di Iran, sebanyak 1.000 UAV atau drone baru telah diterima oleh berbagai cabang Angkatan Darat di tengah situasi yang sudah di ambang perang dengan AS.

“Sesuai dengan ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Brigadir Jenderal Amir Hatami, sebagaimana dikutip dari Tasnim News.

Laporan Tasnim News menyatakan bahwa penambahan drone baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang Angkatan Darat Iran.

Disebutkan pula bahwa drone-drone tersebut dikembangkan oleh spesialis Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. “Berdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari yang diberlakukan pada Juni 2025," lanjut laporan tersebut.

“UAV telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di seluruh wilayah darat, laut, dan udara," imbuh laporan Tasnim News.

Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memperingatkan bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS apa pun tidak akan terbatas—seperti pada Juni tahun lalu ketika pesawat dan rudal Amerika sempat bergabung dalam perang udara singkat Israel melawan Iran—tetapi akan menjadi respons yang tegas "yang diberikan secara instan."

"Kapal induk AS memiliki kerentanan serius dan bahwa banyak pangkalan Amerika di wilayah Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami," ujarnya, yang disiarkan televisi pemerintah.

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan Trump—melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, mencuit bahwa operasi telah selesai," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved