Ukraina dan Sekutu NATO Ribut setelah Zelensky Sebut PM Hongaria Pantas Ditampar Kepalanya
Kamis, 29 Januari 2026 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Orbán mengatakan dia akan berupaya untuk memblokir aksesi cepat Ukraina ke Uni Eropa—sebuah proses yang menurutnya "menginjak-injak" hukum blok tersebut—karena "itu berarti mengimpor perang juga."
"Selama Hongaria memiliki pemerintahan yang patriotik, keputusan tentang masalah ini tidak akan dibuat di Kyiv dan juga tidak di Brussels," kata Orbán.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha telah membalas Hongaria dalam sebuah unggahan pada 24 Januari di X atas upayanya untuk memblokir keanggotaan Kyiv di Uni Eropa. "Jelas bahwa Uni Eropa adalah wilayah perdamaian. Uni Eropa diciptakan setelah Perang Dunia II untuk mencegah perang lain," kata Sybiha.
"Bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa akan membawa perdamaian lebih dekat dan menjamin keamanan serta kemakmuran bagi seluruh Eropa dan seluruh bangsa Hongaria.
"Tetapi bukan itu yang diinginkan [Presiden Rusia Vladimir] Putin. Dia ingin perang berlanjut. Dengan memblokir keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, Orbán memenuhi keinginan Putin. Pada saat yang sama, Orbán memblokir pemulihan perdamaian di Eropa dan menjadikan Hongaria sebagai kaki tangan rezim Kremlin."
Dia juga menolak tuduhan bahwa Kyiv ikut campur dalam pemilu Hongaria. "Mengenai pemilihan umum, Anda tidak perlu takut pada Ukraina. Anda harus takut pada rakyat Hongaria, yang lelah dengan kebohongan, kleptokrasi, dan kebencian Anda."
"Selama Hongaria memiliki pemerintahan yang patriotik, keputusan tentang masalah ini tidak akan dibuat di Kyiv dan juga tidak di Brussels," kata Orbán.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha telah membalas Hongaria dalam sebuah unggahan pada 24 Januari di X atas upayanya untuk memblokir keanggotaan Kyiv di Uni Eropa. "Jelas bahwa Uni Eropa adalah wilayah perdamaian. Uni Eropa diciptakan setelah Perang Dunia II untuk mencegah perang lain," kata Sybiha.
"Bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa akan membawa perdamaian lebih dekat dan menjamin keamanan serta kemakmuran bagi seluruh Eropa dan seluruh bangsa Hongaria.
"Tetapi bukan itu yang diinginkan [Presiden Rusia Vladimir] Putin. Dia ingin perang berlanjut. Dengan memblokir keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, Orbán memenuhi keinginan Putin. Pada saat yang sama, Orbán memblokir pemulihan perdamaian di Eropa dan menjadikan Hongaria sebagai kaki tangan rezim Kremlin."
Dia juga menolak tuduhan bahwa Kyiv ikut campur dalam pemilu Hongaria. "Mengenai pemilihan umum, Anda tidak perlu takut pada Ukraina. Anda harus takut pada rakyat Hongaria, yang lelah dengan kebohongan, kleptokrasi, dan kebencian Anda."
(mas)
Lihat Juga :