Ukraina dan Sekutu NATO Ribut setelah Zelensky Sebut PM Hongaria Pantas Ditampar Kepalanya

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:50 WIB
loading...
A A A
Ukraina telah menyerang infrastruktur energi Rusia untuk mengganggu mesin ekonomi perang Moskow, termasuk jalur pipa gas yang digunakan untuk memasok Hongaria, yang meningkatkan ketegangan antara Kyiv dan Budapest. Kyiv juga berupaya mendapatkan jalan cepat menuju keanggotaan Uni Eropa, yang ditentang keras oleh Hongaria, dengan alasan masalah korupsi di Ukraina dan potensi dampak ekonomi negatif.

Orbán saat ini terlibat dalam kampanye pemilu yang ketat dan menghadapi prospek nyata kehilangan kekuasaan. Dia telah sangat menekankan nasionalisme dan statusnya sebagai orang luar di dalam Uni Eropa, membandingkan upayanya untuk kepentingan Hongaria dengan apa yang dia gambarkan sebagai elite yang gemar berperang di Brussels. Dia menuduh Kyiv ikut campur dalam pemilu Hongaria yang merugikannya.

Orban tersinggung dengan pidato Zelensky di Davos. "Kepemimpinan Ukraina telah melewati batas. Kami tidak mencari konflik, namun selama beberapa hari ini Hongaria menjadi sasaran," kata Orbán dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (29/1/2026).

"Namun demikian, baik ancaman dari presiden, maupun dari menteri luar negeri, maupun dari kelompok militer ekstremis tidak akan menghalangi kami untuk membela kepentingan rakyat Hongaria," lanjut dia.

Orbán mengatakan Hongaria tidak akan mengirim uang ke Ukraina, yang sedang berjuang melawan invasi skala penuh Rusia yang hampir berjalan empat tahun."Karena uang ini lebih baik berada di tangan keluarga Hongaria daripada di kamar mandi seorang oligarki Ukraina," katanya.

Dia juga mengatakan Hongaria tidak akan mengizinkan larangan impor minyak dan gas Rusia, yang telah disetujui Uni Eropa, di mana Budapest adalah anggotanya, untuk dilakukan pada tahun 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved